KAPOLRES Cilacap AKPB Djoko Julianto memperlihatkan barang bukti bawang putih yang ditimbun pelaku di Kroya, Senin (11/6).

CILACAP, SATELITPOST-Kepolisian Resor Cilacap menggerebek gudang penimbunan bawang putih di Desa Bajing Wetan, Kecamatan Kroya. Bawang putih yang ditimbun oleh para pelaku mencapai 8 ton. Atau sebanyak 400 sak bawang putih dengan nilai Rp 150 juta.

Kepala Kepolisian Resor Cilacap, Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto mengatakan, ada empat pelaku yang diamankan oleh aparat. Yakni Soni (28) warga Kecamatan Kawunganten, Edi Wahyono (38) warga Kecamatan Kebasen Banyumas, Sudarsono (45) warga Kecamatan Kebasen, serta Rizki Harviantoro (23) sebagai penadah.

“Tiga orang transporter dan satu penadahnya kami amankan,” ujar Kapolres, Senin (11/6) kemarin.

Kapolres mengungkapkan modus yang dilakukan oleh para pelaku, dengan mengaku sebagai jasa ekspedisi pengiriman bawang putih dari Jakarta ke Banyumas, Pasar Ajibarang. Namun di perjalanan, pelaku tidak membawa seluruh bawang putih ke Pasar Ajibarang, melainkan ke rumah Rizki.

Berdasarkan hal tersebut, pemilik Jalim yang melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Petugas kemudian melakukan tindak lanjut dan ditemukan bawang putih sebanyak 109 sak bertuliskan White (G) Garlic yang ditimbun di rumah Riski di Kroya.

“Tujuan mereka akan disimpan, sehingga ketika terjadi kelangkaan bawang putih saat Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri. Ketika masyarakat membutuhkan, mereka akan jual dengan harga tinggi,” katanya.

Berdasarkan pengakuan para pelaku, mereka baru sekali melakukan hal tersebut. Akan tetapi, petugas akan melakukan penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, para pelaku Soni, Edi, dan Sudarsono dijerat dengan pasal 378 dan atau pasal 372 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara. Sedangkan Rizki sebagai penadah terjerat pasal 480 KUHP dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara. (ale)