Pendiri Matahari Departement Store, Hari Darmawan. Foto: Teras.id

JAKARTA, SATELITPOST – Pendiri Matahari Departement store, Hari Darmawan (77) ditemukan meninggal di Sungai Ciliwung, Sabtu (10/3). Ia ditemukan tak jauh dari lokasi wisata miliknya di Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Hari Darmawan diduga jatuh ke sungai Ciliwung pada Jumat malam (9/3). Jenazah Hari Darmawan akan dikremasi pada Rabu (14/3).

Keluarga Hari Darmawan menolak otopsi terhadap jenazah pendiri Matahari Department Store yang ditemukan tewas di Sungai Ciliwung, Bogor, pada Sabtu pagi, 10 Maret 2018. Perwakilan keluarga, Roy Nicholas Mandey mengatakan otopsi tidak perlu dilakukan karena keluarga sudah merelakan kepergian Hari Darmawan.

“Keluarga menginginkan cepat dikremasi supaya proses perkabungan tidak berlangsung lama,” kata Roy di Rumah Duka Kertha Semadi, Denpasar, Minggu (11/3).

Menurut dia hal tersebut telah menjadi keputusan keluarga besar. “Tentu ini menjadi sesuatu yang diharapkan, sehingga seluruh keluarga bisa kembali aktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Adapun ihwal penyelidikan kepolisian terkait kematian Hari Darmawan,keluarga enggan banyak berkomentar. Menurut Roy hal tersebut sepenuhnya dipercayakan pada pihak kepolisian.

“Itu wewenang yang berwajib. Bagi keluarga berpulangnya beliau (Hari Darmawan) karena sakit, serangan jantung. Kami keluarga sudah ikhlas,” ujarnya seperti yang dikutip dari Tempo.

Menurut Roy, Hari Darmawan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan semasa hidupnya .”Pengobatan berjalan, tetapi penyakit bisa tiba-tiba muncul,” katanya. Ia menjelaskan bahwa beberapa hari belakangan kondisi kesehatan Hari Darmawan agak menurun.

“Memang (Hari Darmawan) sedang tidak enak badan. Keluarga memperkirakan saat beliau sedang di vila kena serangan jantung (kemudian) terpeleset,” ujarnya.