KADES Gebangsari, Kecamatan Tambak, Rokhmat SE MM (kiri) didampingi Pembina Perangkat dan Kepala Desa, Yoga Sugama memberikan keterangan kepada awak media terkait dugaan ungkapan kebencian yang berbuntut pelaporan PDIP kepada kepolisian, Selasa (17/4).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

Melihat fakta bahwa Rokhmat merupakan kader dan pengurus PAC Partai Gerindra Tambak, Ir Budiyono mengambil langkah mediasi. Ia menemui dr Budhi untuk memediasi kasus tersebut dan membantu penyelesaian secara musyawarah.

“Saya Selasa lalu sudah menemui Pak Budhi (ketua DPC PDIP) di Sumbang. Atas nama partai, saya sampaikan permintaan maaf terkait apa yang dilakukan Pak Rokhmat. Saya juga jelaskan kronologinya dan Pak Budhi juga bisa menerima,” katanya.

Upaya tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Menurutnya, selaku pimpinan partai ia tidak ingin masalah ini menimbulkan kegaduhan di Banyumas. Untuk hal ini, katanya, ketua DPC PDI P, juga bisa memahami. Namun, untuk kasus yang sudah terlanjur dilaporkan ke polisi, lanjut dia, diminta menunggu perkembangan saja.

“Pikiran saya, karena ini delik aduan, siapa tahu bisa dimediasi secara musyawarah dulu di luar jalur hukum, tapi karena sudah terlanjur dilaporkan, diminta menunggu perkembangan. Saya jawab, mudah-mudahan ada kabar baik dan Banyumas tetap kondusif,” kata Wakil Ketua DPRD ini.

Budiyono mengaku, partainya sudah minta penjelasan atau klarifikasi ke kades tersebut. Keterangan dari Rokhmat, postingan tersebut tidak ditujukan untuk menyudutkan pihak lain.

Dia mengatakan, kejadian tersebut sebenarnya di ranah pribadinya sebagai kepala desa. Karena, postingan gambar tersebut di grup kepala desa Kecamatan Tambak. Namun, pihaknya ikut memediasi, sebagai bentuk pendampingan karena posisi Rokhmat juga sebagai kader dan pengurus PAC Tambak.

“Harapannya kalau bisa dimediasi di tingkat pimpinan (DPC) ini tidak melebar ke mana-mana. Apalagi ini suasananya sudah masuk tahun politik, dan kita semua kan sepakat untuk sama-sama menjaga iklim kondusif di Banyumas,” kata dia. (cr3)