HM Rudianto diampingi istri dan anak anaknya, antara lain Dimas Ajeng Fatikhah Putri yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar Jakarta, Annastasia Nurut Hikmah yang di Pondok Pesantren Zam Zam Cilongok dan Nimas Aulia Gading yang masih TK Aisyiyah.ISTIMEWA
HM Rudianto diampingi istri dan anak anaknya, antara lain Dimas Ajeng Fatikhah Putri yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar Jakarta, Annastasia Nurut Hikmah yang di Pondok Pesantren Zam Zam Cilongok dan Nimas Aulia Gading yang masih TK Aisyiyah.ISTIMEWA

WANGON, SATELITPOST-Kepala Desa Klapagading, Kecamatan Wangon, HM Rudianto, yang selama 5 tahun bahu-membahu bersama jajarannya membangun dan menumbuh kembangkan desanya hingga mampu menjadi desa yang diperhitung di wilayah Wangon bahkan Banyumas berencana kembali akan maju dan meneruskan kembali pemerintahan yang selama ini dijalaninya.

Selama 5 tahun tersebut, Pemerintah Desa Klapagading bahkan menjadi desa pertama di Banyumas yang menggandeng tim TP4D Kejaksaan Negeri Purwokerto untuk melakukan pengawasan dan pendampingan hukum terhadap pembangunan yang ada di wilayahnya. Satu di antaranya pengaspalan jalan di Dusun Kalipetung sepanjang 500 meter.

Kepada SatelitPost, Rudianto menerangkan dirinya kembali mencalonkan diri sebagai kepala desa untuk periode 2019-2025 mendatang. Menurutnya perjuangan selama 5 harus disempurnakan.

“Ini bagian dari perjuangan dalam hidup saya, karena saya sangat tidak ikhlas desa yang berjalan dan telah tertata ke arah kemajuan, kemandirian, dalam segala bidang dengan potensi yang ada wajib disempurnakan hingga menjadi kepuasan dan ketentraman masyarakat,” katanya.

“Kelak akan berubah kebijakan yang tentunya belum jelas arahnya,  untuk itu saya berjuang melanjutkan dua periode untuk membawa Desa Klapagading menjadi lebih bermartabat, sehat, cerdas, dan berkualitas, sesuai dengan moto selama ini yang sudah memasyarakat yakni ‘SIAP GRAK’,” katanya.

Selama ini Rudianto aktif sebagai kepala desa yang sering terjun ke masyarakat. Hal ini pulalah yang menjadi nilai tersendiri untuk kembali mengawal desanya. Terlebih Rudianto mempunyai kedekatan dengan warga bahkan berbagai elemen kepemerintahan baik di bidang hukum, keamanan, dan sosial.

Pria kelahiran Banyumas, 16 Nopember 1971, yang mempunyai istri Nunung Winarti, dengan tiga anak masing-masing  Dimas Ajeng Fatikhah Putri yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar Jakarta, Annastasia Nurut Hikmah yang di Pondok Pesantren Zam Zam Cilongok, dan Nimas Aulia Gading yang masih TK Aisyiyah tersebut dalam membina keluarganya mengedepankan amal ibadah dengan berupaya mengingatkan salat lima waktu tepat waktu. “Ini karena menjadi dasar kehidupan di kemudian hari, ketika selalu mengingat Sang Maha Kuasa, dan disiplin waktu maka Insya Allah apapun persoalan yang dihadapi akan mampu menyelesaikannya secara mandiri,” katanya.

Saat ditanya apa yang akan menjadi program unggulan jika terpilih kembali menjadi kepala desa, Rudianto menjelaskan sumber daya manusia harus meningkat begitu pula dengan kesehatan masyarakat, dan peningkatan kecerdasan. “Jadi untuk menuju desa yang bermartabat dengan dasar iman takwa dan berlandasan gotong royong aja kelalen sumber daya manusia itu harus terus ditingkatkan,” katanya.(*)