LINGKAR Kajian Banyumas (LKB) Unsoed dan Navigator Research Strategic (NRS) menggelar diskusi hasil survei terhadap suara milenial di Aula Fisip Unsoed, Kamis (31/5). Berdasarkan hasil survei, paslon Husein-Sadewo mendapat dukungan sebanyak 41,5 persen, sedangkan Paslon Mardjoko-Ifan 31,8 persen. SATELITPOST/ANAS MASRURI

PURWOKERTO,SATELITPOST-Lingkar Kajian Banyumas (LKB) Unsoed dan Navigator Research Strategic (NRS) melakukan kajian terhadap kecenderungan pilihan politik generasi milenial pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas 2018.

Dari hasil kajian itu, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Banyumas, Achmad Husein dan Sadewo Tri Lastiono mengungguli elektabilitas paslon Mardjoko-Ifan Haryanto. Dari hasi survei ini, paslon Husein-Sadewo mendapat dukungan sebanyak 41,5 persen, sedangkan paslon Mardjoko-Ifan 31,8 persen.

Direktur LKB, Nilawati mengatakan, survei yang dilakukan pada periode 3-7 Mei ini menggunakan metode multi-stage random sampling melalui wawancara tatap muka terhadap 400 responden yang tersebar di 27 kecamatan dengan margin error sebesar 5 persen.

Baca Juga: Dua Kubu di Pilkada Banyumas 2018 Diprediksi Bakal Saling Serang, Ini Sebabnya

“Jumlah pemilih milenial di Kabupaten Banyumas ada sekitar 27 persen dari total jumlah pemilih, dalam survei ini kami menyasar responden dengan usia 17-30 tahun,” katanya saat menyampaikan rilis hasi survei, Kamis (31/5/2018) di Aula Fisip Unsoed.

Direktur Eksekutif NRS, Novita Sari menambahkan, berdasarkan geografis, pasangan Husein-Sadewo unggul di 16 kecamatan baik kota maupun desa. Sedangkan pasangan Mardjoko-Ifan unggul di 8 kecamatan di wilayah desa. Sisanya di tiga kecamatan keduanya memperoleh dukungan seimbang.

“Suara milenial masih dinamis. Ada 26,8 persen yang belum menentukan dukungan, dan empat kecamatan yang persentase belum menentukan dukungan lebih tinggi,” kata Novita.

Berdasarkan usia pemilih, pasangan Husein-Sadewo unggul di kelompok usia 17-23 tahun, yakni pemilih pemula dan rentang usia 22-26 yang terdaftar sebagai pemilih untuk kedua kali dalam Pilkada Banyumas. Sementara Marjoko-Ifan unggul di kelompok usia 27-30 yang terdaftar sebagai pemilih untuk ketiga kalinya di Pilkada Banyumas.

“Sedang permasalahan mendesak yang disampaikan pemilih paling banyak soal penggangguran dan susahnya mencari lapangan pekerjaan yakni 43,0 persen, lalu biaya sekolah yang mahal sebanyak 32,0 persen dan biaya kesehatan 7,5 persen,” kata Novita.

Panelis hasil survei, Hariyadi menyoroti adanya kesinambungan dari hasil survei yang dilakuakan LKB dua tahun lalu. Kesinambungan ini terkait permasalahan dan harapan yang diutarakan responden yakni terkait perluasan lapangan pekerjaaan. Kemudian ia juga menilai adanya kecenderungan konservatisme di pemilih muda Banyumas. Pasalnya, dari hasil survei terlihat generasi milenial menggunakan hak pilih karena semata menggugurkan hak pilih. Secara sosiologis ia memandang karena karakter masyarakat Banyumas yang tradisional.

Baca Juga: Pilkada Banyumas Makin Panas, Mardjoko-Husein Perang Data Kemiskinan

Sedangkan panelis kedua, Wildansyah menilai anak muda sebenarnya mampu mengubah ekosistem dan atmosfer kondisi politik di Indonesia. Namun, dalam perpolitikan yang berkembang, partai politik belum mampu mengubah karakter anak muda. “Mereka (parpol) hanya menekan untuk berpartisipasi kepada anak muda, namun belum tahu dengan cara bagaimana mengajak generasi muda untuk terlibat aktif,” katanya.

Direktur LPPSLH, Bangkit Ari Sasongko yang juga jadi panelis dalam hasil survei tersebut lebih menekankan terkait bagaimana peran anak muda dalam dunia politik yang masih menjadi objek bahkan korban dunia politik.

“Saat ini, kaum tua lah yang masih mendominasi panggung kekuasan, dan bonus demografi tidak akan bermakna apa-apa ketika kaum muda tidak membawa arus perubahan itu sendiiri,” katanya. (anas@satelitpost.com)