BUPATI Cilacap, Kapolres Cilacap,Forkopimda,KPU,Bawaslu,FKUB, dan Parpol mendeklarasikan menunggu hasil pemilu dari KPU RI pada acra silaturahmi Kebangsaan di Pendapa Wijayakusuma, Senin (22/4).

CILACAP, SATELITPOST-Kepala Kepolisian Resor Cilacap AKBP Djoko Julianto meminta masyarakat menunggu hasil resmi Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini diungkapkan Kapolres pada Silaturahmi Kebangsaan usai Pemilu 2019 di Pendapa Wijayakusuma, Senin (22/4).

 

“Masyarakat sama-sama tenang dan menunggu hasil rekap di KPU baik daerah maupun pusat, dan tetap menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat, agar Cilacap tetap kondusif,” ujar Kapolres.

 

Kapolres juga berharap melalui silaturahmi kebangsaan yang diikuti oleh stakeholder, mulai dari Forkopimda, KPU, Bawaslu, FKUB, partai politik, dan tim pendukung pasangan calon 01 dan 02 kemarin, tidak ada lagi masalah antarpendukung paslon. Selain itu tidak ada kegiatan yang memprovokasi perseteruan antar pendukung. Serta terus meningkatkan silaturahmi antarmasyarakat.

 

 

“Setelah pada 17 April kemarin masyarakat memilih, maka dengan silaturahmi ini untuk menciptakan perdamaian memberikan kesejukan di masyarakat, agar Cilacap tetap aman dan damai,” katanya.

 

 

 

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan pelaksanaan Pemilu 2019 di Cilacap telah berjalan damai dan aman. Tidak ada permasalahan yang berarti terjadi selama pelaksanaan Pemilu.

 

 

“Masyarakat Cilacap sudah dewasa dan sadar akan Pemilu, setelah pemilu ini diharapkan tidak ada perpecahan, hoaks. Ayo bekerja bersama-sama untuk keluarga, untuk Cilacap,” katanya.

 

 

 

Ketua KPU Kabupaten Cilacap Handi Tri Ujiono menyampaikan terima kasih kepada aparat keamanan TNI Polri yang telah melaksanakan pengamanan selama berlangsungnya pemilu, sampai hari ini. Sehingga pemilu di Kabupaten Cilacap berjalan aman dan kondusif.

 

“Saat ini masih dilakukan rekapitulasi di tingkat kecamatan, dan baru satu kecamatan yang sudah selesai, yakni Kecamatan Dayeuhluhur. Sedangkan yang lain masih dalam proses,” katanya.

 

 

 

Pada silaturahmi kebangsaan kemarin, juga dibacakan pernyataan komitmen bersama untuk menunggu dan menghormati hasil keputusan KPU RI. Komitmen bersama ini dibacakan oleh Bupati Cilacap yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

 

Terpisah, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Ahmad Sabiq mengatakan meskipun sempat terjadi perbedaan hasil dalam hitung cepat versi kubu masing-masing, tapi tidak akan ada keributan. Apalagi, petugas pemilu sudah bekerja dengan maksimal, bahkam tidak sedikit yang gugur dalam tugasnya.

 

Meskipun KPU sudah bekerja dengan maksimal, namun tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan kritikan dari masyarakat. Apalagi, semua instansi yang dibiayai negara memang harus bisa dikritisi kinerjanya. “Mengkritisi tidak apa-apa, tapi jangan menyalah-nyalahkan tanpa adanya data,” kata dia.

 

Sementara jika ada pihak yang protes dan tidak puas dengan hasilnya, menurutnya protes tersebut dilakukan melalui koridor hukum yang berlaku.  “Semua persoalan harus diselesaikan melalui jalur hukum. Jika keputusan sudah final harus menerima dengan lapang dasa. Tapi yang terpenting, pihak yang menang jangan jumawa, dan pihak yang kalah harus legawa,” katanya. (ale/alf)