Partai Persatuan Pembangunan atau PPP memberi tanggapan terkait salah satu kadernya Habil Marati yang berperan sebagai penyandang dana upaya pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu petinggi lembaga survei.

Melalui Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani mengatakan bahwa partai berlambang Kakbah tersebut mempersilakan aparat untuk memproses hukum HM jika dirinya terbukti terlihat dan bersalah.

“Prinsipnya bagi PPP jangankan kader PPP, siapa saja termasuk kader PPP yang diduga melakukan suatu perbuatan pidana, ya silakan diselidik dan disidik dilakukan proses hukum,” kata Arsul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (11/6) seperti diberitakan suara.com.

Arsul berujar bahwa PPP tidak menutup kemungkinan akan memberhentikan Habil apabila terbukti bersalah dengan hukuman pidana penjara 5 tahun. “Kalau seseorang itu katakanlah ditersangkakan atau dijatuhi hukuman dengan pidana ancaman penjara 5 tahun atau lebih, itu bisa diberhentikan dari partai PPP,” kata Arsul.

Sebelumnya, polisi mengungkap penyandang dana untuk memasok sejumlah senjata api untuk membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei. Diketahui Kivlan Zen ternyata hanya sebagai penerus uang kepada para ekskutor lain di bawahnya.

Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary menyebut orang di balik penyokong dana upaya pembunuhan empat tokoh dan pimpinan lembaga survei adalah HM alias Habil Marati. Politikus PPP itu menggelontorkan dana sebesar Rp 150 juta kepada Majyen (Purn) Kivlan Zen untuk keperluan pembelian senjata api. (lil)