PURWOKERTO, SATELITPOST – Satu keluarga yang menjadi korban kecelakaan maut di Bumiayu menerima santunan Jasa Raharja, Selasa (11/12). Santunan ini diserahkan Kepala Kantor Perwakilan Jasa Raharja, Nur Asnawi Aziz kepada Kepala Keluarga, Nur Adi Saputra (33) yang selamat dan tengah dirawat di RSU Margono Soekarjo, Purwokerto.

Diketahui, satu keluarga Nur menjadi korban kecelakaan. Istri Nur, yakni Siti Khalimah meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Sang anak Sidqi Hamzan yang masih berusia 7 hari mengalami luka-luka, namun akhirnya meninggal dunia. Kakak Sidqi yakni Ahlam Zahra yang berusia 5 tahun mengalami luka-luka.

“Kami sudah menyerahkan santunan korban untuk warga berdomisili Bumiayu yang diketahui satu keluarga menjadi korban dan dirawat di RSU Margono. Karena ahli warisnya masih dirawat di Purwokerto, jadi langsung diserahkan di RS,” kata Aziz.

Untuk besaran santunan yang diberikan, kata dia, sesuai dengan peraturan yakni sebesar Rp 50 juta untuk per orang. Sehingga total yang diberikan kepada Adi Saputra untuk sementara sebesar Rp 100 juta. Sedangkan untuk yang masih mendapatkan perawatan belum disalurkan menunggu proses penanganan medis selesai.

Baca:

“Suaranya Keras Sekali, Orang-orang Berteriak Rem Blong! Rem Blong!”

Video Truk Rem Blong di RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu

Menewaskan 5 Orang, Sopir Truk Maut Kecelakaan di Bumiayu Ditahan

“Sebelumnya hanya ibu yang meninggal, kemudian menyusul bayi berusia tujuh hari menyusul. Sebelum mendapat perawatan di RS, ketika sampai di Margono dan dicek sudah dalam kondisi tak bernyawa,” katanya.

Menurutnya, ketika menemui korban, yang masih perlu mendapatkan perawatan lebih yakni anak pertamanya karena luka dan pergeseran tulang pada bahu kiri. Sedangkan untuk Adi Saputra yang mengalami luka pada bagian kepala, dalam kondisi baik.

Sedangkan penyaluran santunan untuk korban meninggal dunia yang berasal dari Desa Karangkedawung, Kecamatan Sokaraja, kata Aziz, masih terkendala dengan berkas data dari pihak keluarga korban Pranggono Seno.

“Ada satu korban yang berasal dari Banyumas meninggal dunia, tetapi kita belum memberikan santunan dikarenakan masalah administrasi dari keluarga. Tadi sudah di survei, tetapi belum bisa menyerahkan data-data seperti KTP dan KK sebagai data awal, katanya masih dalam proses,” kata Aziz.

Sementara itu, Kabag Umum RSU Margono Soekarjo Purwokerto, dr Veronica membenarkan ada tiga pasien yang merupakan satu keluarga dirujuk ke Margono. Namun, sebelum sempat mendapat tindakan medis, satu orang yakni bayi yang sudah dalam kondisi meninggal dunia. “Sekarang, masih ada dua orang yang dirawat di sini, untuk yang satu sudah bisa rawat jalan, dan satu nya harus rawat inap,” katanya. (nns)