CILACAP, SATELITPOST-YR (62) warga Kebonbaru Kecamatan Cilacap Selatan harus berurusan dengan petugas kepolisian. Pasalnya, dia masih nekat menyewakan kamarnya, padahal pemerintah sudah melarang adanya aktivitas prostitusi di lokasi tersebut.
Apalagi, pada Kamis (29/8) lalu, tamu yang datang menyewa kamarnya sampai meninggal dunia. Tersangka mendapatkan uang Rp 20 ribu untuk membayar sewa kamar.
Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kasat Reskrim AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan jika masyarakat resah dengan penyewaan kamar untuk kegiatan prostitusi oleh tersangka. Untuk itu, warga melaporkan masih adanya kegiatan prostitusi kepada jajaran Polsek Cilacap Selatan.
“Tersangka menyediakan tempat untuk prostitusi, dan ini cukup meresahkan mayarakat sekitar,” kata Kasat, kemarin.
Petugas masih terus melakukan penyelidikan, apa tersangka juga berperan sebagai penyedia jasa prostitusi atau tidak. Pasalnya, kegiatan yang dilakukan tersangka sudah dalam waktu lama.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka disangkakan pasal 296 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.
Kepada petugas YR mengaku jika sudah lama tidak menyewakan tempat untuk kegiatan prostitusi. “Pada hari itu yang datang keluarga saya yang bawa cowonya, kebetulan terjadi kecelakaan,” katanya. (ale)