PURBALINGGA, SATELITPOST – Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Purbalingga, Drs Kustomo MM menjelaskan, pada PPDB kali ini, pihaknya tetap berpedoman pada aturan main yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng. Khusus terkait pengguna SKTM yang kini heboh dipermasalahkan, pihaknya mengacu kriteria miskin yang ditetapkan Badan Pusat Statistik.

“Ada 14 kriteria miskin yakni, mulai dari luas lantai bangunan tempat tinggal, penghasilan, kondisi rumah, fasilitas yang dimilik dan sebagainya. Ada juga calon pemakai SKTM yang belum mendaftar,  sudah di-cancel duluan oleh yang bersangkutan, setelah mengetahui 14 kriteria miskin yang ditetapkan BPS,” ujar Kustomo.

 

Diketahui, 14 kriteria miskin versi BPS adalah, 1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8m2 per orang. 2. Jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan. 3. Jenis dinding tempat tinggal dari bambu/ rumbia/ kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester.

 

Lalu, 4. Tidak memiliki fasilitas buang air besar/ bersama-sama dengan rumah tangga lain. 5. Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik. 6. Sumber air minum berasal dari sumur/ mata air tidak terlindung/ sungai/ air hujan. 7. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/ arang/ minyak tanah.

 

Kemudian, 8. Hanya mengonsumsi daging/ susu/ ayam dalam satu kali seminggu. 9. Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun. 10. Hanya sanggup makan sebanyak satu/ dua kali dalam sehari. 11. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/ poliklinik. 12. Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah: petani dengan luas lahan 500m2, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan dan atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan dibawah Rp. 600.000, per bulan

Lalu, 13. Pendidikan tertinggi kepala rumah tangga: tidak sekolah/ tidak tamat SD/ tamat SD. 14. Tidak memiliki tabungan/ barang yang mudah dijual dengan minimal Rp. 500.000,- seperti sepeda motor kredit/ non kredit, emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya. ([email protected]/[email protected])