Aktivitas bentor di Kecamatan Kroya, Rabu (16/01).SATELITPOST/AHMAD ANDRIAN

CILACAP, SATELITPOST- Dinas Perhubungan (Dishub) Cilacap telah menyelesaikan survei penggantian becak motor (bentor) menjadi kendaraan kawasan tertentu atau yang lebih di kenal dengan bajaj. Survei dilakukan di Cilacap wilayah timur.

 

Kepala Seksi Angkutan Tidak Dalam Trayek Dishub Cilacap Tri Haryanto mengatakan, untuk wilayah Kroya sudah dilakukan beberapa tahapan termasuk survei terkait penggantian bentor. Survei yang dilakukan ada beberapa tahapan seperti survei lokasi, kebutuhan angkutan, minat dan kemampuan untuk calon operator termasuk minat calon pengguna jasa.

 

Alhamdulillah sudah selesai kita lakukan ada 10 kali survei dengan 8 orang setiap hari. Kita sudah berhasil membuat kajiannya. Kemarin sudah dilakukan pembahasan di internal kami. Hasil memang belum kita sampaikan ke publik karena minggu depan akan dibahas dahulu dengan pihak-pihak eksternal,” katanya, Rabu (16/1).

 

Pihak-pihak yang akan mengikuti pembahasan mulai dari camat, dinas instansi terkait seperti Kepolisian, Disperkimta, Organda, badan hukum dan pihak lain yang terdampak angkutan umumnya. Setelah pembahasan dilakukan dan disepakti bersama, kemudian dilakukan sosialisasi bagi yang tertarik sudah bisa mendaftar.

 

“Beberapa sudah ada yang menanyakan ke kami, cuma karena kajian ini belum kita lakukan pembahasan secara eksternal sehingga kami belum bisa memutuskan. Kita menunggu hasil kesepakatan bersama. Harapannya program ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Dari hasil survei yang dilakukan kantong bentor terbesar berada di wilayah Pasar Induk Kroya. Berdasarkan data yang diperoleh ada sekitar 170 unit bentor.  Ke depan apabila sudah diganti bajaj wilayah operasinya direncanakan berada di beberapa wilayah seperti Kecamatan Binangun, Nusawungu, sebagian Adipala dan wilayah Kroya sendiri. (and)