dr‎ Mareta Silviana, Owner Reta Beauty Clinic

Setiap wanita selalu memiliki keinginan tampil cantik nan menawan. Hal itulah yang membuat dr Mareta Silviana memilih profesi menjadi seorang dokter estetika dan mendirikan Reta Beauty Clinic.

Ia mengaku memiliki keinginan menjadi dokter estetika sejak SMA. Hanya karena ia ingin membantu wanita tampil cantik. Sebab, ia pernah merasakan betul tampil kurang percaya diri karena memiliki banyak jerawat membandel di wajahnya.

“Dulu pernah punya jerawat, begitu ke skin care sembuh, dan itu keren. Setiap kali melihat ibu ke skin care juga keren aja jadi dokter estetika. Mereka bisa menolong banyak wanita menjadi lebih cantik,” kata dr Mareta.

‎Dari ‎pengalaman semasa SMA itu, ia semakin yakin ingin menjadi dokter estetika. Supaya bisa turut menolong banyak wanita yang bermasalah dengan kecantikan kulitnya. Sebab, masalah wajah seringkali mempengaruhi kepercayaan diri seorang wanita.

Dengan wajah yang tampil lebih cerah dan bersih kata dia akan semakin meningkatkan rasa percaya diri seorang wanita. Sebaliknya, wajah yang nampak kusam seringkali akan membuat wanita kehilangan rasa percaya diri. “Saya hanya ingin menolong wanita meningkatkan rasa percaya diri,” katanya.

‎Untuk mewujudkannya, ia merintis sebuah skin care di Kota Purwokerto bernama Reta Beauty Clinic. Awal merintis, tidak langsung mulus begitu saja. Relasi menjadi tantangan utama dalam mengembangkan skin care tersebut.

Namun, ia selalu bekerja seperti prinsip hidup yang selalu ia pegang. Niatnya, bekerja untuk membantu yang membutuhkan supaya tampil lebih percaya diri. Dengan begitu, akan menjadi berkat tersendiri untuk orang lain.

Dengan prinsip kerja seperti kerja dengan Tuhan. Sehingga akan melakukan yang terbaik untuk pasien seseuai kemampuannya. “Juga jangan pernah menyerah pada kegagalan,” kata wanita satu anak ini.

Bukan hanya itu, setiap bekerja ia juga selalu melakukan hal biasa secara tidak biasa. Di antaranya dengan menempatkan pasien seperti teman. Setiap pasien konsultasi akan ia dengarkan dengan baik laiknya mendengarkan sahabat yang tengah curhat.

“Konsultasi ini sebenarnya hal biasa, tapi dengan menganggap pasien ini sebagai teman akan meningkatkan keberhasilan treatment,” katanya.

Meskipun, seringkali pasien tidak hanya menceritakan keluhan kulitnya saja. Tapi juga terkait pribadi terkadang diceritakan. “Tidak masalah cerita apa pun. Ketika pasien nyaman menceritakan apa pun, itu akan menjadi satu titik keberhasilan treatment. Karena terkadang ada hal yang kecil yang membuat treatment kurang maksimal hasilnya,” kata owner Reta Beauty Clinic ini.

Semakin lama ia menekuni profesi di bidang kecantikan, ia merasa passion-nya memang di situ. Sehingga ia selalu menikmati pekerjaan yang ia lakukan apa pun keadaannya. “Karena kalau kita melakukan pekerjaan kita dengan tulus dan kita lakukan dengan maksimal, pekerjaan kita pasti akan menjadi berkat untuk orang lain,” katanya.(alf)


Biofile:

Nama: dr Mareta Silviana

TTL: Kudus, 18 Maret 1983

Suami: Teddy Supriyanto

Anak: Dominique Clairine

Motto: ‎Rendah hatilah selalu walaupun kita sudah di atas

1. Minimal Luangkan 2 Jam untuk Keluarga

Bergelut dengan bidang pekerjaan yang sangat dia sukai tak serta merta membuatnya lupa akan arti keluarga. Sebaliknya, dr Mareta memberikan perhatian yang besar bagi keluarga kecilnya. Terlebih dengan sang anak yang tengah mengalami masa pertumbuhannya.

Sesibuk apapun dia, dr Mareta akan meluangkan waktu setiap hari demi putri kecilnya. Meskipun hanya 2 jam, ia akan meluangkan waktu bersama. Tidak muluk-muluk dalam meluangkan waktu. Cukup sekadar menemani anak bermain, jalan-jalan atau makan bersama.

Namun, intensitas bertemu tersebut cukup membut ikatan emosional antara dia dan sang anak terbangun.

“Anak ini nomor satu. Walaupun sekadar ngobrol, supaya anak dekat dengan kita, apalagi dia sedang masa pertumbuhan. Minimal sehari 2 jam harus diluangkan untuk menemani anak,” kata dia.(alf)

2. Penyuka Olahraga Boxing

Siapa sangka di balik waut wajahnya yang cantik dan imut, dr Mareta memiliki hobi yang sedikit ekstrem. Ya, istri dari Teddy Supriyanto diam-diam menggemari olahraga boxing.

Ia mengaku, menyukai boxing karena termasuk olahraga kardio yang melatih fisik tanpa membuat badan menjadi besar. Tapi, justru membuat badan menjadi semakin kencang. Hampir setiap hari ia olahraga boxing di rumah.

“Asyik aja, kaya fight. Karena saya agak enerjik, makanya milih olahraga yang membangkitkan semangat seperti boxing ini,” katanya.

Kendati demikian, setiap hari ia tidak hanya olahraga boxing saja. Untuk keseharian ia lebih sering treadmill. Yang ia lakukan setiap bangun tidur minimal selama 1 jam.

Rutin olahraga, kata dia, cukup membuat badan lebih segar dan sehat. Dan sangat mempengaruhi kecantikan seorang wanita. Semakin sehat dan segar badan, aura kecantikan akan semakin terpancar.

Selain olahraga, dr Mareta mengaku untuk menjaga kesehatan kulit dan kecantikan wajah, ia selalu makan buah sebagai penyeimbang. Juga sayuran meskipun ia mengaku tidak terlalu suka sayur, tapi ia selalu mengusahakan makan sayuran.

“Kalau perlu dukung juga dengan perawatan, minimal pakai sunblock untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari, untuk mengurangi penuaan dini,” katanya. (alf)