Kondisi truk yang mengalami rem blom dan menabrak parkiran RSU Siti Aminah Bumiayu, Senin (10/12/2018).SATELITPOST/NURUL IMAN
Kondisi truk yang mengalami rem blom dan menabrak parkiran RSU Siti Aminah Bumiayu, Senin (10/12/2018).SATELITPOST/NURUL IMAN

BUMIAYU, SATELITPOST – Fly Over Kretek Paguyangan sempat menjadi sorotan nasional beberapa waktu lalu. Hal ini disebabkan karena banyaknya kecelakaan yang terjadi di Fly Over Kretek Paguyangan Bumiayu.

Bahkan, korban akibat kecelakaan tersebut tak hanya satu dua orang saja, namun mencapai belasan orang yang meninggal dunia. Hal ini pun menambah kengerian Fly Over Kretek Paguyangan Bumiayu. Seperti apakah faktanya? Simak rangkuman Satelitpost ini.

  1. Jalur Bumiayu Kurang Layak?

Kombes Pol Djoko Rudi saat mendatangi Bumiayu mengatakan, jalur Bumiayu kurang layak. Menurutnya, masih jalur Bumiayu masih minim rambu-rambu dan batas jalur di jalan pun tak ada. Sementara Dr Ir Kusnendi Investigator senior Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan, kecelakaan maut yang terjadi di turunan Fly Over Kretek bisa juga disebabkan oleh beberapa faktor seperti jalan, mobil, hingga pengawasan.

ANGGOTA dari Ditlantas Polda Jateng melakukan olah TKP
kecelakaan truk yang menewaskan 12 orang di Jalan Diponegoro,
Jatisawit, Bumiayu, Brebes menggunakan Faro 3D Laser Scanner,
Senin (21/5).SATELITPOST/IMANI

Baca: Analisis Mabes Polri, Jalur Bumiayu Kurang Layak

Kecelakaan Maut di Bumiayu, KNKT Investigasi 3 Bulan

2. Baru Berusia 1 Tahun

Sejak Fly Over Kretek Paguyangan Bumiayu diresmikan tahun 2017 lalu, rupanya banyak masyarakat yang justru was-was. Kekhawatiran ini kemudian terjadi. Pasalnya baru dua bulan setelah peresmian, tercatat ada hingga 9 kecelakaan lalu lintas terjadi di turunan Fly Over Kretek Bumiayu tersebut. Hingga satu tahun ini, jumlah kecelakaan lalu lintas terus bertambah.

Warga berkerumun usai kecelakaan truk tronton yang menabrak mobil, sepeda motor, dan rumah, di Bumiayu, Minggu (20/5/2018).SATELITPOST/NURUL IMAN
Warga berkerumun usai kecelakaan truk tronton yang menabrak mobil, sepeda motor, dan rumah, di Bumiayu, Minggu (20/5/2018).SATELITPOST/NURUL IMAN

3. “Langganan” Truk Rem Blong

Tak hanya mobil dan motor saja yang mengalami kecelakaan di turunan Fly Over Kretek Paguyangan. Kecelakaan truk yang mengalami rem blong terjadi bukan hanya sekali dua kali.

Baca: Lagi, Kecelakaan di Fly Over Kretek Bumiayu, Satu Meninggal

Korban meninggal dunia akibat truk yang mengalami rem blong pun sangat banyak. Catatan Satelitpost, tahun 2018 ini ada tiga kecelakaan maut yang mengakibatkan puluhan orang terluka berat, diantaranya bahkan meninggal dunia.

Kondisi motor yang tertabrak truk bermuatan gula pasir di Bumiayu, Minggu (20/5/2018).SATELITPOST/IMANI
Kondisi motor yang tertabrak truk bermuatan gula pasir di Bumiayu, Minggu (20/5/2018).SATELITPOST/IMANI

Pada tanggal 20 Maret 2018, kecelakaan maut terjadi di Jalan raya Paguyangan Bumiayu tepatnya di dukuh Damsari Desa Pagojengan Kecamatan Paguyangan. Truk bermuatan kedelai melaju dari arah flyover kretek Paguyangan. Karena truk mengalami rem blong, akhirnya truk menabrak mobil pick up L300 bermuatan besi, lalu lima sepeda motor, dan berakhir menabrak sebuah rumah di ruas jalan raya Paguyangan Bumiayu, Brebes.

Kondisi truk tronton maut yang menyebabkan kecelakaan beruntun di Bumiayu, Senin (21/5/2018)
Kondisi truk tronton maut yang menyebabkan kecelakaan beruntun di Bumiayu, Senin (21/5/2018)

Baca: Korban Kecelakaan Maut Bumiayu, Meninggal Dalam Kondisi Berpuasa Rajab

Baca Juga: Kakek Selamat dari Tabrakan Maut Bumiayu Karena Salat Duha

Kecelakaan serupa terjadi di Jatisawit Bumiayu, Minggu, 20 Mei 2018 dan menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan 10 orang mengalami luka. Truk diduga mengalami kerusakan pada bagian rem, sehingga tidak dapat dikendalikan akhirnya menabrak motor, mobil dan lima rumah.

Truk yang diduga mengalami rem blong menabrak belasan sepeda motor dan mobil di tempat parkir RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu, Senin (10/12/2018).SATELITPOST/BUMIAYU

Baca: Cerita Saksi Kecelakaan Maut Bumiayu, Bunyinya Seperti Gemuruh Petir

Kemudian, truk yang mengalami rem blong itu terjadi lagi 10 Desember 2018. Kali ini truk terhenti di RSU Siti Aminah setelah sebelumnya menggilas belasan unit sepeda motor dan sekitar 14 unit mobil. Empat orang meninggal dunia akibat kecelakaan ini, sementara 7 lainnya mengalami luka.

Kondisi ruas jalan Diponegoro Bumiayu, usai terjadi kecelakaan maut truk, Senin (10/12/2018).SATELITPOST/NURUL IMAN

Lagi, Truk Diduga Rem Blong Tabrak Parkiran RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu

Penyebab utama kecelakaan ini masih terus dikaji. Hingga saat ini masih menjadi misteri, apakah rem blong itu selalu terjadi saat kendaraan melaju pada turunan Fly Over Kretek?(tim satelitpost)