Jangan Suka Nyiyir Ah….

We all absolutely need friends! Nggak bisa membayangkan, gimana kalau kita nggak punya teman di dunia ini. Atau sekadar pengen cerita tapi nggak ada yang bisa dengerin. Pasti sedih banget kan!

Kabar baiknya, mencari teman itu nggak susah-susah amat kok. It’s as easy as ABC! Tapi kabar buruknya, it’s also easy to annoy people dan bikin orang ilfeel sama kita. Alhasil bukannya dapat teman, malah sebaliknya, dijauhin sama teman.

Nah, agar nggak kejadian seperti itu kadang kita butuh kontemplasi alias merenung. Kira-kira kita tuh teman yang seperti apa di mata temen. Apakah kita tuh tipekal temen yang suka kepoin urusan orang lain? Atau tipe temen yang sukanya mengomentari segala sesuatu yang ada di hadapan kita.

Model: Lina dan Putri

Asal tahu saja ya gaes, kebiasaan kamu yang suka ikut campur urusan orang lain itu sangat menyebalkan. Apalagi kalau temen yang kita kepoin nggak terlalu dekat sama kita. Ujung-ujungnya mereka risih dengan sikap kita tuh gaes. Dan bisa bikin mereka mundur teratur ngejauhin kamu.

Oiya, pernah dengar peribahasa mulutmu harimaumu? Kurang lebih artinya berisi nasihat agar kita berhati-hati dengan lisan kita. Jaga omongan deh, bahasa anak mudanya. Jangan dikit-dikit dikomentari. Terlalu cantik dikomen. Ada teman yang lebih pintar, dikomen. Ada anak yang penampilannya jadul, apalagi.

Komentar emang jadi satu kebiasaan yang cenderung spontan dan kadang subyektif. Secara umum, komentar itu bukan sesuatu yang negatif. Malah ada profesi khususnya, yaitu komentator. Tapi mulai jadi ganggu kalo komen yang dikeluarin keseringan negatif dan mengarah judging. Nah, jangan sampai deh kita komen-komen yang nggak penting. Yang malah membuat orang jadi ilfeel sama kita.

Ada baiknya sebelum kalian berkomentar lihat situasi dan kondisi ya. Jangan sampai kalian terbawa emosi dan berkomentar subjektif. Kalau kita komen based on our personal opinion and emotion, bener-nggaknya jadi nggak dipikirin. Misalnya, “Ih tuh orang gayanya jadul banget.” Padahal gaya yang dibilang jadul itu sebenernya justru gaya paham zaman sekarang.

Hati-hati juga ketika kamu komentar tapi ada bumbu-bumbu iri hati. Ada kan, tipe orang yang nggak bisa lihat orang yang lebih oke atau punya barang yang lebih bagus dari miliknya. Ujungnya, pasti dicari-cari kekurangannya dan dikomentari. Seringnya komentarnya nyiyir. Kalau sudah begitu jangan harap deh orang bakal respect ke kamu.(tha)