Syeh Yusuf

Setelah lahir, dia diberi nama Muhammad Yusuf oleh ayahnya. Lahir di Gowa, Sulawesi Selatan pada 3 Juli 1626 dan meninggal di Cape Town, Afrika Selatan pada 23 Mei 1699. Dia adalah pahlawan di Indonesia dan juga tempat hidupnya kemudian, di Afrika Selatan.

Belakangan, Muhammad Yusuf dikenal dengan sebutan Syekh Yusuf. Dia hidup di masa Belanda menjajah Indonesia. Ilmu agama dia dapatkan dengan berpetualang ke beberapa tempat. Dia pernah belajar di Aceh dan bahkan Yaman. Di masa Kesultanan Gowa ditaklukkan Belanda, Syekh Yusuf memutuskan ke Banten.

Di Banten, Syekh Yusuf diangkat menjadi mufti. Banyak orang yang belajar agama padanya. Namun, serangan Belanda memang terjadi di mana-mana. Banten pun kemudian kalah dari Belanda pada tahun 1682. Dua tahun kemudian, Belanda mengasingkan Syekh Yusuf ke Sri Lanka, negara yang berada di selatan India.

Di Sri Lanka, Syekh Yusuf menyebarkan Islam. Banyak orang yang belajar padanya, khususnya dari India bagian selatan. Di Sri Lanka, Syekh Yusuf masih bisa berkomunikasi dengan orang-orang Indonesia. Hal itu terjadi saat orang Indonesia yang berhaji, singgah ke Sri Lanka.

Belanda tahu soal jemaah haji yang singgah ke Sri Lanka dan menemui Syekh Yusuf. Belanda pun kemudian memutuskan membuang Syekh Yusuf lebih jauh, di Cape Town, Afrika Selatan. Di Afrika Selatan, Syekh Yusuf menyebarkan Islam. Di sana pun sampai saat ini ada yang namanya Kampung Makassar, merujuk pada asal usul Syekh Yusuf.

Budaya Nusantara pun menyeruak di daerah Kampung Makassar di Afrika Selatan. Bahkan ada kosa kata di daerah setempat yang sama dengan kosa kata di Indonesia. Misalnya, kata Lebaran, sembahyang, buka puasa, piring.

Oleh tokoh Afrika Selatan, Nelson Mandela, Syekh Yusuf disebut sebagai ‘Salah Seorang Putra Afrika Terbaik’. Sebab, bersama rakyat Afrika Selatan, Syekh Yusuf bertarung melawan imperialisme barat. Pihak Afrika Selatan pun telah memberi gelar pahlawan pada Syekh Yusuf.

Tak hanya di Afrika Selatan, Indonesia juga memberi gelar pahlawan pada Syekh Yusuf. Syekh Yusuf meninggal di Afrika Selatan pada 1699. Namun, kemudian kerangka jenazahnya dipindah ke Sulawesi Selatan pada 1795. (lil/berbagai sumber)