Predikat Kebumen Beriman sepertinya telah  direpresentasikan oleh sosok orang nomor satu di Kebumen. Ialah KH. Yazid Mahfud yang mana ia berasal dari keluarga kiai dan besar menjadi santri yang bersahaja. Pria kelahiran Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen pada 61 tahun silam ini resmi diangkat menjadi Bupati Kebumen 6 bulan yang lalu.

 

Besar dalam lingkaran kehidupan kiai menjadikannya ia akrab dengan dunia pesantren. Sejak kecil ia menempuh pendidikan di sekolah keislaman mulai dari SD 2 Kutosari, Mts 2 Kebumen kemudian melanjutkan di MAN 1 Kebumen. Sempat berkuliah di Institut Agama Islam Negeri selama 2 tahun tetapi pada akhirnya ia masuk pesantren dan hingga kini menjadi pengasuh Pondok Pesantren Al-Huda Jetis.

 

Menurutnya menjadi seorang santri tidak menutup dirinya untuk berkontribusi dalam dunia politik. Sosok inspiratif yang ia kenal tidak luput dalam praktek politik. Sebut saja Rasulullah merupakan seorang nabi juga kepala pemerintahan. Pun beberapa tokoh kiai yang diakuinya mengambil peran politik. “Dulu memang banyak kiai menganggap politik itu kotor. Mereka takut untuk berpolitik. Tetapi setelah era reformasi pandangan tersebut berubah bahkan Gus Dur juga merupakan kiai yang ikut berpolitik,” ujarnya.

 

Dengan semangat visi misinya yakni Khoirunnas Anfau Minnas yang berarti menjadi sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat, maka ia berani terjun ke dunia politik. Ia ingin bermanfaat terhadap masyarakat, sehingga jalan yang ditempuh yakni ikut kontribusi dalam pemerintahan. “Visi misi saya sebaik-baiknya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi masyarakat dan kebijakannya berpihak pada masyarakat,” kata dia saat ditemui di ruang kerjanya.

 

Gus Yazid menyadari untuk mengambil bagian, dirinya harus memiliki kendaraan partai politik sehingga ia bersama 9 timnya membentuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada masa reformasi kala itu. Dengan gigihnya ia dan tim membentuk DPC PKB Kebumen. Tekad memperjuangkan kebijakan yang memihak masyarakat khususnya bagi mayoritas Islam, ia gelorakan melalui partai tersebut.

 

Amanat menjabat pun pernah ia emban. Tahun 2004 pernah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi. Saat Pilkada periode 2017, ia mendapat kepercayaan sebagai wakil bupati untuk menemani Yahya Fuad Bupati terpilih. Tepat 17 Februari 2019, ia diangkat menjadi Bupati Kebumen. (CR)

Dipercaya KPK Kebumen Lebih Bersih

Menurut Gus Yazid, menjadi seorang bupati memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. Terlebih lagi,
Kebumen memiliki pengalaman kelam akibat beberapa pejabat Kebumen terjaring dalam tangkapan KPK. Ia menyadari ini menjadi PR besar. “Ini PR besar saya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Kebumen telah divonis bersalah oleh KPK baik dari Setda maupun Ketua DPRD sebagai lembaga tertinggi juga terkena KPK,” kata dia.

 

Oleh karenanya, ia gencar melakukan komunikasi dengan DPRD dan Forkominda yang dinilainya sempat takut bekerja pasca OTT. “Sekarang sudah stabil, saya juga mendapat kepercayaan oleh KPK untuk memimpin Kebumen lebih bersih,” lanjutnya.

 

Langkah masif yang dilakukan menuju Kebumen bersih adalah dengan  penertiban laporan keuangan. Ia menekankan agar seluruh kepala dinas bisa mempertanggungjawabkan anggarannya. Diharapkan kinerja para OPD bersih dari praktek-praktek korupsi.”Jangan sampai ada penyelewengan apalagi korupsi, yang sudah biarlah berlalu,” kata dia.

 

Dalam sisa masa jabatannya tahun 2021, Gus Yazid mulai memfokuskan pada Kebumen mendatang. Ia memandang Kebumen sebagai tempat yang potensial dalam berbagai aspek baik segi pertanian, pariwisata yang dapat menjadi ladang investasi.  Tak ketinggalan, Gus Yazid menaruh harapan pada kawasan geopark sebagai potensi yang mampu mengangkat Kebumen lebih baik.

“Ini harus kerja kolektif. Semua OPD harus bisa berkontribusi untuk mengembangkan geopark menjadi prioritas Kebumen kedepannya,” kata dia.

 

Selain itu percepatan pertumbuhan kawasan industri pula diutamakan. Hal ini disadarinya ada sekitar 15 ribu pengangguran terbuka di Kebumen yang membutuhkan ketersediaan lapangan pekerjaan. Oleh karenanya kawasan industri yang dicanangkannya diharapkan mampu menjawab kebutuhan Kebumen. “Investasi untuk membangun kawasan industri sangat terbuka. Tetapi dengan catatan pekerjanya harus mengambil orang Kebumen dan orang yang memiliki KTP Kebumen. Kecuali para ahli yang tidak dimiliki SDM Kebumen,” ujarnya. (CR)