ACHMAD Husein menerima bendera sepanjang 17 meter di rumahnya di Pekuncen, Minggu (8/7). Bendera tersebut pemberian dari relawan yang sebelumnya berjalan kaki dari rumahnya di Cilongok menuju purwokerto sebagai bagian dari nazar.SATELITPOST/ANAS MASRURIE
ACHMAD Husein menerima bendera sepanjang 17 meter di rumahnya di Pekuncen, Minggu (8/7). Bendera tersebut pemberian dari relawan yang sebelumnya berjalan kaki dari rumahnya di Cilongok menuju purwokerto sebagai bagian dari nazar.SATELITPOST/ANAS MASRURIE

CILONGOK, SATELITPOST-Tarsih, Warga Desa Karanglo, Kecamatan Cilongok berjalan kaki dari rumahnya ke kediaman calon Bupati Banyumas, Achmad Husein di Sokanegara. Aksi ini ia lakukan untuk memenuhi nazarnya jika pilihannya (Achmad Husein, red) memenangi pilkada.

Setelah salat subuh, pukul 05.00 Minggu kemarin, Tarsih (47) segera bergegas membuka pintu rumahnya. Dia menenteng tas berisi bendera pusaka merah putih. Tangan kanannya memegang tongkat pada ujung atas terikat bendera merah putih. Di teras rumah, Tarsih berhenti sejanak dan berdoa.”Bismillah. Ya Rabi selamatkan perjalananku ke rumah Pak Achmad Husein,” kata dia.

Tarsih berjalan sendirian menyusuri jalanan kampung, jalan raya, di tengah deru dan bising bus, mobil dan sepeda motor. Tarsih warga RT 01 RW 01 Desa Karanglo Kecamatan Cilongok adalah relawan pendukung Achmad Husein dalam Pilkada Banyumas.

Setelah menempuh perjalanan seorang diri sekitar tiga jam, pada pukul 09.00 WIB Tarsih sampai di rumah Husein di Gang Melati Jl dr Angka Purwokerto.

Setelah menghela nafas sejenak, dia mengetuk pintu rumah Husein. Rupanya tua rumah Husein dan istrinya Erna Sulistyowati, sudah menunggu kedatangan Tarsih. Dalam kondisi baju basah karena mandi keringat, Erna langsung memeluk Tarsih. “Saya sangat terharu,”kata Erna.

Setelah minum seteguk air putih, dan menceritakan sejenak perjalanan dari Karanglo ke Purwokerto, Tarsih kemudian memberikan bendera merah putih panjang 17 meter kepada Husein. Dia juga memberi hadiah tongkat penopang perjalanannya dengan ujung bendera merah putih kepada Husein selaku pendiri relawan Bungah.

“Saya sangat bungah sekali, kemenangan Pak Husein dan Pak Ganjar membuktikan PDI Perjuangan kompak sekali,” kata dia.

Tarsih membuat bendera itu sebagai bentuk nazar setelah  Megawati Soekarno Putri menjabat sebagai Presiden periode 23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004. Dia sempat ditanya apa permintaannya terhadap calon bupati yang baru. “Saya sebagai perajin bambu sering mengalami kesulitan memasarkan produk kerajinan saya. Saya mohon agar dibantu bisa memasarkan kerajinan bambu produksi saya,” jawab dia.

Kemudain Tarsih diantar ke Pekuncen, sebab Achmad Husein tengah berada di rumahnya yang di Pekuncen. Dan bendera pun dibentangkan di sana. Husein mengatakan, pemberian bendara merah putih 17 meter dari Tarsih adalah bentuk penghargaan dan penghormatan dari wong cilik.

“Tarsih memberikan bendera itu sebagai kaul karena merasa gembila. Saya mengucapkan terima kasih, ini sebagai penambah semangat kerja untuk mensejahterakan rakyat Banyumas,” kata dia. (anas@satelitpost.com)