Ari Widiyanto hingga saat ini dikenal sangat rajin melakukan donor darah. Pria yang saat in bekerja sebagai staf Diskominfo Bidang Pengelolaan Informasi dan Pengembangan Komunikasi Publik Kabupaten Cilacap ini mengenal donor darah sejak dirinya ikut organisasi Palang Merah Remaja (PMR) saat duduk di SMA.

 

Menurutnya, pada waktu itu disekolahnya ada kegiatan donor darah. Karena dirinya sebagai anggota PMR sehingga diusahakan untuk mendonorkan darahnya. Setelah dilakukan pengecekan golongan darah dan kesehatan akhirnya bisa melakukan donor darah.

 

“Awalnya takut gimana gitu. Tetapi setelah melakukan donor darah, tubuh terasa enak dan segar. Dari situlah disarankan untuk setiap tiga bulan sekali untuk mendonorkan darahnya,” katanya.

 

Hingga sekarang dirinya masih rajin untuk mendonorkan darahnya. Setidaknya sudah ada sekitar 70 kali donor darah. Dirinya juga merasa senang karena pada donor darah untuk ke 50 kalinya bisa mendapatkan Piagam Penghargaan dari PMI. Bahkan dirinya berkesempatan langsung bertemu dengan gubernur.

 

“Mungkin banyak orang yang sudah mendonorkan darahnya lebih dari yang sudah saya lakukan. Tetapi saya mempunyai tekat untuk selalu mendonorkan darah saya, selama masih bisa. Karena ketika kita bisa membantu orang lain suatu saat ketika kita ada kesulitan juga akan dibantu. Yang pasti semua saya lakukan untuk kemanusiaan,” katanya.

 

Selain itu dirinya juga sempat merasakan beberapa manfaatnya. Dimana ketika sang istri melahirkan seorang anak, kemudian mengalami pendarah dan membutuhkan darah, dengan mudah bisa mendapatkan tranfusi darah.

 

“Saya bisa mendapatkan darah dengan mudah dan mendapatkan diskon harga, dengan saya menunjukkan kartu pendonor aktif. Bahkan apabila untuk orangtua bisa mendapat 100 persen bebas,” ujarnya. (and)