Kholif Hujaji S, Petugas Damkar Kroya

 

 

Tak terlintas sedikitpun dalam benak Kholif Hujaji S jika suatu saat dirinya menjadi petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang kerap bergelut dengan si jago merah serta menantang bahaya.

 

“Saya bergabung di damkar awal tahun 2018, baru seumur jagung di Damkar tapi sudah beberapa kasus kejadian kebakaran yang pernah saya dan rekan-rekan senior tangani sebagai petugas Damkar Kabupaten Cilacap. Tepatnya di Pos Damkar Kroya,” ujar Petugas Pemadam Kebakaran Kroya, Kholif Hujaji S.

 

Menjadi petugas pemadam kebarakan memang bukan pekerjaan mudah. Bergelut mengendalikan amukan si jago merah, ancaman kesehatan dari gas berbahaya yang ditimbulkan kebakaran. Belum lagi menghadapi warga yang emosinya tak stabil di lokasi kejadian dan berbagai risiko lainnya yang bisa menimpa setiap waktu. Bik di jalan maupun di lokasi kejadian.

 

Penghujung tahun 2018 ada tiga kejadian kebakaran beruntun. Di awal tahun 2019 juga sudah beberapa kasus kejadian kebakaran di Distrik Kroya. Oleh sebab itu, pekerjaan yang satu ini bukan dianggap sebagai sekadar profesi melainkan sebuah jalan hidup, mengingat risiko dan tanggung jawabnya yang besar.

“Harapannya, semoga jangan ada lagi kejadian kebakaran di wilayah kabupaten Cilacap. Untuk itu kami selalu pro aktif dan terbuka jika ada pihak-pihak yang meminta kami untuk giat sosialisasi agar masyarakat tahu tupoksi pemadam kebakaran,” katanya.

 

Tidak hanya kebakaran saja, Damkar juga siap jika diminta pertolongan warga masyarakat untuk menangani atau menyelamatkan hewan liar dilingkungan yang mengganggu masyarakat seperti sarang tawon yang akhir-akhir ini menjadi tren, ular dan lain sebagainya.

 

“Pesan saya selalu jaga rumah dalam kondisi aman, dan selalu pastikan listrik, kompor gas atau tungku lilin dan bahan mudah terbakar lainnya dalam keadaan off jika ingin ditinggalkan atau bepergian,” ujarnya. (and)