BERAWAL dari niatan untuk membantu perekonomian keluarga, siswi SMAN 3 Cilacap, Tiara Indatul Faisal justru kini mengaku ketagihan untuk mengembangkan wirausahanya. Yakni berjualan salad buah.

Kepada SatelitPost Tiara mengungkapkan, jika saat ini dirinya telah bisa memenuhi kebutuhan sekolahnya sendiri. Bahkan dia bisa menyisihkan pendapatannya dari berjualan salad buah untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Sebelumnya, Tiara mengaku sering telat membayar SPP. Karena sang ayah tengah sakit stroke.

“Pertama kali jualan salad buah di sekolah sejak masuk kelas XI atau setelah mendapat Pendidikan Kecakapan Kewirausahaan (PKW) di sekolah kelas X. Awalnya belum ada gambaran mau jualan apa, kemudian modal juga belum ada. Tetapi pas masuk kelas XI bayar SPP kadang telat dan akhirnya memutuskan untuk benar-benar mencoba jualan membantu Ibu karena pada waktu itu ayah sakit stroke,” kata siswi kelas XI tersebut.

 

Meski usahanya tersebut baru dia jalani, namun banyak manfaat yang bisa didapat. Tidak hanya soal materi, namun usahanya tersebut di jadikan sebagai salah satu upaya untuk belajar mandiri dan tidak bergantung kepada orangtua. Tidak ada rasa canggung karena yang dilakukan merupakan hal yang positif.

 

Usaha tersebut mendapat dukungan penuh dari ibu, namun tidak dari ayahnya. Karena sang ayah menginginkan Tiara untuk fokus sekolah. Setelah diberi penjelasan dan ini semua tidak hanya soal materi akhirnya kedua orangtuanya mendukung.

 

“Jualnya di sekolah biasanya pesenan teman-teman dan guru. Saya asli Kawunganten, biasanya salad buah tersebut saya buat pada malam hari yang kemudian dimasukkan ke lemari es, paginya baru di bawa ke sekolah dengan naik bus. Berangkat sekolah pukul 05.30 WIB dari rumah. Hal tersebut juga tidak mengganggu waktu sekolah,” ujarnya.

 

Dalam sehari dirinya bisa mendapat keuntungan mulai dari Rp 80 ribu – Rp 100 ribu. Usahanya ini ingin dia teruskan sampai lulus sekolah mauapun perguruan tinggi nanti. Harapannya bisa terus berkembang dan semakin besar.

 

“Tetapi bagi saya, karena masih sekolah, pendidikan tetap menjadi yang utama,” katanya. (and)