Salah seorang petani warga Jalan Laut Kecamatan Adipala mencoba mempopulerkan teh daun kelor kepada masyarakat Cilacap. Bahkan dirinya menjual produk tersebut di Lapak Petani Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap beberapa waktu lalu.

 

Saat ditemui Walgio mengatakan, bahwa dirinya memang menanam daun kelor di sawahnya. Hal tersebut mulai dilakukan setelah mendapatkan ide dari temanya bahwa daun kelor bisa di jadikan minumam semacam teh. Selain itu juga memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa.

 

“Dari situ saya mulai berpikir bagaimana saya bisa membuat teh daun kelor? Akhrinya saya menanam sendiri walaupun memang tidak terlalu banyak. Sudah ada 30 pohon,” katanya.

 

Dirinya menanam kelor sendiri sejak 2 tahun lalu. Tetapi baru mulai memanen pada usia sekitar satu tahun. Jika proses pembuatan teh daun kelor hampir sama seperti membuat teh pada umumnya. Hanya untuk mengeringkan daunnya menggunakan oven kurang dari 35°C selama 15 menit.

“Saya jual Rp 25 ribu per box. Kemudian kalau untuk mencantumkan khasiatnya memang harus ada izin dari BPOM. Tetapi yang pasti rasanya mirip seperti teh biasa termasuk warnanya, kita tambah juga bunga melati,” ujarnya.

 

Diharapkan teh daun kelor akan semakin populer dan disukai semua kalangan masyarakat. Dirinya juga akan terus mencoba mempopulerkan teh daun kelor kepada masyarakat Cilacap seperti halnya teh pada umumnya. Beberapa pengunjung yang mampir di stand-nya juga dipersilakan untuk meminum teh daun kelor secara gratis. (and)