Sadewo Tri Lastiono

ZAMAN Now, zaman android untuk komunitas kesenian, embuh itu Komunitas/Sanggar Tari, grup Teater, Musik, lan grup-grup kesenian liyan ternyata agak repot terpengaruhi. Dari tanya sana-sini, Kaki Jurmati (Jujur Dirumati) menyimpulkan bahwa era sekarang yang paling sulit adalah mengumpulkan anggota untuk proses produksi/pertunjukan.

“Kelompok teater kumpulnya anggota makin sulit. Anggota lebih banyak beraktifitas HP Android, sibuk WA, sibuk chat, sibuk bikin status facebook. Kon kumpul latihan angel banget. Kalau toh yang berangkat latihan, pun saling sibuk mainkan HP Pintar di tempat latihan. Latihan cuma sebentar, lebih lama HP-annya. Aku makin yakin, besok-besok generasi kita jalannya bungkuk-bungkuk, derijine, terutama jempol tangan gedhe-gedhe, kakinya kecil karena kurang jalan kaki. Aku makin kewatir, besok-besok produk-produk teater, karawitan, band, tari makin kurang bermutu” tandas Kaki Jurmati kepada anak satu-satunya yang duduk di SMA, Bawor, dan istrinya, Mbok Siyah (Lombok Trasi Uyah).

Mbok Siyah pun jadi semaur. “Ya jajal tanya sama anak semata wayang kita Bawor. Ada apa dengan kesukaan generasi remaja/muda-mudi kita sekarang ini ? Ada apa jaman now ini ? Miturut aku sih jaman makin modern. Jadi produk kesenian juga makin bagus. Berkesenian musik bagus cukup dengan organ tunggal. Melodi dimainkan sendiri, bas sendiri, ritem sendiri, drum sendiri, kendang sendiri, nyanyi sendiri. Bagus kan ? Siapa tahu nanti ada elektone khusus karawitan. Yang nabuh satu orang tapi bisa nabuh sekaligus rebab, slenthem, gong, kendhang, suling, saron, dan gender. Modern mbok kali nanti ada organ karawitan slendro pelog tunggal ?” papar Mbok Siyah.

Mengetahui ibunya nyerocos kayak gitu, Bawor pun ikut nyemlong. “Lah jaman terus berjalan. Ke depan mau seperti apa ya aku tah ikut banyu mili. Yang jelas adanya modernitas di alat-alat musik, asesoris pertunjukan teater dan tari, memudahkan kreator berkreasi. Aku baen punya cita-cita bikin alat musik kenthong tunggal koh. Satu alat bisa bunyi musik kenthongan lengkap. Ada suara bedug, tepak, kenthong, drum, ecek-ecek, suling, angklung, lan kontra bas cukup ditabuh satu orang. Yang nabuh seklian nyanyi. Apik mbok ? Modern mbok ?”

BAGIKAN