Asian Games dan Banjir

Jakarta banjir lagi ketika guyuran hujan datang tak henti. Itu bukan sesuatu yang baru karena dalam beberapa tahun terakhir, ibu kota Indonesia itu memang langganan banjir. Kurangnya daerah resapan, pengerukan sungai yang tak maksimal, selain adanya warga yang membuang sampah sembarangan, jadi beberapa penyebab mengapa Jakarta banjir.

Kini, di dunia maya, heboh dengan cerita soal serang-serangan sebagai imbas dari Pilkada Jakarta tahun lalu. Ada yang menyerang Gubernur Jakarta Anies Baswedan dengan dalih bahwa gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok lebih baik menangani banjir Jakarta. Ada yang membela Anies karena masalah banjir bukan masalah yang datang kali ini saja.

Namun, ada satu permasalahan yang mungkin muncul. Yakni, soal potensi banjir kala hajatan Asian Games dihelat mulai 18 Agustus atau satu hari setelah HUT kemerdekaan Indonesia.

Ajang Asian Games adalah ajang multieven terakbar kedua yang pernah dilaksanakan di Indonesia. Sebelumnya, Indonesia pernah jadi tuan rumah Asian Games 1962. Bisa dibayangkan, bagaimana ramainya Jakarta dan juga Palembang dengan adanya Asian Games 2018.

Ekonomi dipastikan akan menggeliat dengan datangnya duta olahraga dari bangsa-bangsa di Asia. Dengan geliat ekonomi, tentu akan banyak uang yang mengalir di Jakarta dan Palembang. Uang yang didapatkan dari perdagangan pernik Asian Games, uang dari penginapan hotel untuk para atlet, dan sebagainya.

Asian Games ini akan jadi pertaruhan bangsa Indonesia untuk menjadi tuan rumah yang baik. Suksesnya Jakarta dan Palembang menjadi tuan rumah akan mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional, khususnya soal olahraga.

Memang Asian Games akan dilaksanakan di musim kemarau. Sebab, di Agustus memang masanya musim kemarau. Hanya saja, siapa yang bisa menebak musim di beberapa tahun belakangan ini. Ada kalanya musim hujan pun malah kemarau dan ketika musim kemarau malah hujan.

Nah, potensi hujan bukan tak mungkin terjadi. Bayangkan saja jika di masa Asian Games Jakarta diguyur hujan dan terjadi banjir. Bukan hanya nama Jakarta yang tercoreng, tapi juga nama Indonesia. Bagaimana sebuah even yang sudah dipersiapkan lama bisa jadi masalah karena adanya banjir.

Sekali lagi, walau potensi banjir itu kecil terjadi karena sedang musim kemarau, alangkah baiknya pemerintah, khususnya DKI Jakarta memikirkan hal itu. Gubernur Anies Baswedan harus memutar otak secara maksimal bagaimana mengatasi banjir. Apa yang harus dilakukan Anies? Tentu warga Jakarta jauh lebih tahu. Anies pun jauh lebih tahu karena dia pasti akan mendapatkan banyak masukan soal penyebab adanya banjir.

Jangan sampai, DKI Jakarta kelewatan mengantisipasi kemungkinan banjir di bulan Agustus. Bayangkan saja, jika saat iring-iringan kontingen dari negara lain masuk jalur di Jakarta, mereka akan melihat bagaimana lautan bisa berada di daratan. Tentu ini sangat memalukan.

Jangan sampai juga kita memberi pemandangan pada atlet yang negaranya jarang banjir. Jangan sampai kemudian, misalnya, atlet renang dari negara yang jarang banjir, malah lebih antusias renang di jalanan daripada di kolam renang. “Itu bisa berabe,” kata orang Jakarta.

Masih ada setengah tahun lagi memikirkan bagaimana mengantisipasi segala kemungkinan di masa pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara. Ini pertaruhan Anies-Sandi, dan partai pendukungnya. Jika Asian Games sukses, secara politis juga menjadi amunisi bagi partai pengusung Anies-Sandi untuk jadi barang jualan pada kontestasi Pemilu 2019. Ya, namanya juga masa-masa tahun politik, olahraga pun bisa dikait-kaitkan dengan usaha mendapatkan kekuasaan. ([email protected])