KAJIAN Kitab Kuning Siratun Nabiy Wa Adabuhu di Masjid Darunnajah, IAIN Purwokerto, Sabtu (3/6).

PURWOKERTO,  SATELITPOST-Supaya tak menghabiskan waktu hanya berdasarkan hawa nafsu dan akal semata, ada baiknya umat muslim belajar memanajemen waktu sebagaimana yang dicontohkan Rasul. Hal itulah yang mendasari digelarnya Kajian Kitab Kuning yang diselenggarakan di Masjid Darunnajah,  IAIN Purwokerto,  Sabtu (3/6).

Dalam Siratun Nabiy Wa Adabuhu yang dikaji, umat diajarkan ilmu manajemen waktu. Munawir, S.Th.I., M.S.I, takmir Masjid Darunnajah IAIN Purwokerto mengatakan, dalam sebuah hadits diceritakan Hasan, putra Ali bin Abi Thalib dan Siti Fatimah, menanyakan kegiatan kakeknya di dalam rumah.

Dalam hadits itu pula disampaikan,  Rasul membagi waktunya ke dalam tiga bagian, yakni waktu untuk Allah dengan beribadah, waktu untuk bercengkrama dengan keluarga, dan waktu untuk diri sendiri.

Menariknya, Rasul tidak mengalokasikan waktu untuk dirinya sendiri seutuhnya. Tetapi sebagian digunakan untuk menerima keluhan dari umatnya.

“Kalau sekarang namanya open house seperti yang dilakukan pejabat-pejabat.  Contohnya seperti yang dilakukan Ahok di Balai Kota. Meski ia seorang non muslim, dia mempraktikkan ajaran Nabi Muhammad SAW, ” ujarnya.

Rasul hadir untuk mengajak manusia mengenal fitrahnya. Punya naluri dan sikap peduli terhadap sesama,  terlebih kepada rakyatnya bagi para pemimpin. Karena itu, Munawir berharap remaja sekarang mampu mengatur waktunya sedemikian rupa, agar bermanfaat bagi orang lain.

“Jangan cuma berkutat pada aktivitas individu saja,” ujarnya.  (ind)