Berawal Ikut Ekskul

Dara kelahiran Purbalingga 20 Maret 1999 ini menjadi sutradara film pendek yang berjudul Nyathil. Filmnya ini menjadi salah satu nominator pada ajang bergengsi Festival Film Indonesia dan berkesempatan untuk  menghadiri  malam puncak  pengagurehan FFI di Manado.

Anggita menceritakan awal pengalamanya terjun di dunia film  karena ketidaksengajaan, berawal mengikuti salah satu ekskul di sekolahnya, gabung di Teater Saka.” Ya awalnya gitu, terus disuruh buat film, terus pertama kali buat, eh Alhamdulillah beneran ga nyangka karya kami yang berjudul Nyathil ini masuk ke nominasi FFI,” katanya, Selasa (10/10).

Film ini juga  sempat menjuarai film nasional dalam Apresiasi Pendidikan Keluarga yang diadakan Kemendikbud tahun 2017. Meskipun awalnya banyak kendala  dan rintangan yang menghalangi ia tetap maju dan  berusaha. “Saya semangat juga karena mendadak  dan dukungan dari teman-teman dan guru, mungkin ada the power of kepepet juga,” katanya sambil tersenyum.

Siswi Kelas XII Akuntansi ini juga mengaku banyak mendapat pengalaman dan pembelajaran dari kegiatan menjadi sutradara.”Saya belajar bagaimana membimbing dan mengarahkan teman-teman supaya bisa sama-sama belajar. Memahami karakter teman juga,” katanya.

Bagi gadis yang hobi bernyanyi dan menggambar ini masa muda adalah masa dimana rajin menciptakan karya dan mengembangkan minta dan bakat. “Mumpung masih muda ayo banyakin karya, kembangkan bakat kita. Dari menjadi sutradara , saya juga jadi mengerti, betapa pentingnya peran sutradara dibalik layar,” ujarnya. (cr)

Komentar

komentar