Dyah Sugesti Asisten Redaktur SatelitPost

Oleh: Redaktur Satelitpost

Dyah Sugesti

Alhamdulillah. Aplikasi Tik Tok akhirnya resmi diblokir Kominfo, Selasa (3/7). Para orangtua yang resah dengan adanya aplikasi yang kurang mendidik ini boleh bernafas lega. Aplikasi ini sebetulnya sederhana saja. Setiap orang yang sudah membuat akun di Tik Tok bisa membuat video pendek. Semacam video klip lengkap dengan musiknya.

Durasi musik dalam aplikasi Tik Tok biasanya hanya beberapa detik. Dalam detik-detik itulah, pemilik akun bisa bebas berekspresi. Apalagi ada efek video yang unik dan memberikan sentuhan berbeda. Ada yang membuat video untuk lucu-lucuan, adapula yang selfie-selfie manja. Lagu Syantik milik Siti Badriah juga moncer gegara aplikasi ini beberapa waktu lalu.

Banyak masyarakat yang memuja aplikasi ini. Pasalnya, ia menawarkan sebuah pengalaman baru. Yakni sebuah wadah untuk berekspresi secara bebas. Bebas untuk dipuja dan dilihat banyak orang, juga bebas untuk memuja.

Selain Bowo Tik Tok yang sempat viral, polemik Tik Tok lainnya juga sempat jadi sorotan. Yakni ketika seorang bidan di sebuah rumah sakit membuat video dalam aplikasi itu bersama bayi yang baru beberapa jam lahir. Meski hanya beberapa detik, sangat disayangkan bayi merah itu memulai kehidupannya dengan ditimang-timang lewat Tik Tok.

Perbuatan sang bidan juga membuat banyak ibu-ibu di media sosial geram. Pasalnya sang bidan tanpa sarung tangan menyentuh pipi bayi merah, bebas menimang-nimang demi eksis di aplikasi dan media sosial. Banyak yang kecewa dengan perlakuan tenaga kesehatan itu.

Bidan itu kemudian minta maaf. Tapi sanksi tetap harus dibayar. RSIA tempat bidan bekerja akhirnya memberikan hukuman. Sang bidan dirumahkan untuk sementara.

Melihat banyaknya polemik Tik Tok, sepertinya masyarakat Indonesia belum siap dengan media sosial jenis itu. Bukannya memanfaatkan dengan membuat konten kreatif, justru konten narsis dan berbau pornografi pun bertebaran.

Sebelumnya, detik.com melaporkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara baru mengungkap ada delapan Domain Name System (DNS) Tik Tok yang telah diblokir. Selain terdapat ribuan laporan dari masyarakat yang diterima oleh Kominfo, sebuah petisi yang viral ini juga jadi salah satu pendorong diblokirnya platform tersebut.

Laman change.org ternyata juga memuat sebuah petisi yang berisi permohonan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara agar memblokir aplikasi Tik Tok. Pembuat petisi berjudul “Blokir Aplikasi Tik Tok” tersebut, Agustiawan Imron, mengatakan bahwa platform tersebut menimbulkan masalah bagi banyak orang.

“Semakin lama, aplikasi Tik Tok lebih terlihat sebagai aplikasi untuk menyalurkan kebodohan banyak kalangan. Contohnya: Video Tik Tok anak-anak yang joget (maaf) dan bahkan sampai ke video pornografi. Bahkan yang terbaru adalah tiktok menjadikan sholat/ibadah sebagai alat hiburan,” tulisnya dalam penjelasan petisi tersebut.

“Ini adalah masalah kita bersama, bagaimana negara ini bisa maju apabila anak-anak Indonesia sudah tercemar dengan tontonan yang tidak layak ditonton dan tidak memberikan faedah/pelajaran yang baik. Negara ini butuh panutan yang baik, bukan tontonan alay yang malah memancing orang lain untuk membuat hal yang serupa dan berujung kepada kebobrokan mental anak bangsa,” tulisnya.

Pria yang memperkenalkan dirinya sebagai Ketua HEP Indonesia, organisasi yang berfokus bergerak di bidang penyuluhan kesehatan dan pencegahan penyakit, tersebut menegaskan bahwa pemblokiran aplikasi Tik Tok merupakan satu-satunya solusi atas permasalahan tersebut. Penutupan platform tersebut diharapkannya dapat dilakukan oleh pihak pemerintah.

Sampai saat ini, petisi tersebut sudah ditandatangani lebih dari 55 ribu orang. Walau belum mencapai target yang dicanangkan, yaitu 75 ribu, nyatanya Tik Tok sudah diblokir oleh pihak Kominfo. Syukurlah. Saya pun jadi ikut lega jika pemerintah juga memperhatikan hal ini. Ternyata banyak juga masyarakat yang resah dan mengadu soal Tik Tok. Sayonara Tik Tok. Mudah-mudahan jangan ada aplikasi serupa.(sugesti@satelitpost.com)