Gaji Kecil Wartawan

Upacara HUT Ke-72 Kemerdekaan Indonesia di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta Pusat, Kamis (17/8), berlangsung khidmat. Hadir sebagai tamu undangan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Dalam momen ini, Prabowo memberi kesempatan tanya jawab kepada mahasiswa dan wartawan. Yang menggelitik adalah ucapan Prabowo Subianto tentang wartawan yang gajinya kecil. Pernyataan Prabowo Subianto ini lalu ramai jadi bahan perdebatan di media sosial.

Prabowo mengatakan: Kita belain para wartawan. Gaji kalian juga kecil kan? Kelihatan dari muka kalian. Tak hanya itu. Prabowo menambahkan: Muka kalian kan enggak belanja di mal, betul ya? Jujur, jujur, kita ini membela kalian.

Pernyataan Prabowo ini kemudian ramai di kalangan wartawan. Ada wartawan yang menganggap sebagai candaan adapula yang menganggap sebagai penghinaan terhadap profesi jurnalis. Apakah Prabowo benar-benar sedang bercanda atau menghina wartawan?

Untuk menjawabnya ada baiknya kita buka kembali hasil survei Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta terkait upah layak wartawan di Jakarta. Organisasi wartawan itu menyatakan idealnya upah layak jurnalis pemula tahun 2016 sebesar Rp 7,54 juta. Upah ini berlaku bagi jurnalis yang baru diangkat tetap.

Menurut standar kelayakan AJI Jakarta, angka itu sudah naik dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 6,51 juta. Tapi kenyataannya, dari survei yang dilakukan organisasi itu sejak Januari 2016, banyak perusahaan media yang memberikan upah di bawah layak.

Upah jurnalis baru untuk media televisi seperti Metro TV Rp 5 juta; Tempo Channel Rp 4,7 juta; Jawa Pos TV Rp 4,5 juta; TVRI DKI Jakarta Rp 4 juta; Detik TV Rp 4 juta; Beritasatu TV Rp 4 juta; Antara TV Rp 4 juta; Kompas TV Rp 3,7 juta; TV One Rp 3,5 juta; Trans TV Rp 3,5 juta; Inews TV Rp 3,5 juta; RCTI Rp 3,5 juta; MNC TV Rp 3,3 juta.

Upah jurnalis baru untuk media cetak seperti Jakarta Post Rp 5,8 juta; Bisnis Indonesia Rp 5,6 juta; Majalah Gatra Rp 4,7 juta; Harian Kontan Rp 4,7 juta; Media Indonesia Rp 4,5 juta; Tempo Rp 4,2 juta; Republika Rp 3,7 juta; Warta Kota Rp 3,2 juta; Koran Sindo Rp 3 juta.

Upah jurnalis baru untuk media online seperti Tribunnews.com Rp 4,7 juta; Kompas.com Rp 4,5 juta; Gressnews.com Rp 4,5 juta; Antaranews.com Rp 4,2 juta; Liputan6.com Rp 4,2 juta; Viva.co.id Rp 4 juta; Hukumonline.com Rp 4 juta; Detik.com Rp 3,8 juta; Suara.com Rp 3,4 juta;  Inilah.com Rp 3,2 juta; Merdeka.com Rp 3,2 juta; Okezone.com Rp 2,7 juta.

Upah jurnalis baru untuk media radio seperti KBR 68H Rp 4,4 juta; i-Radio Rp 3,7 juta; Elshinta Rp 3 juta; RRI Rp 2,73 juta; Sindo Radio Rp 2,5 juta.

AJI Jakarta menghitung upah layak tersebut dari 40 komponen kebutuhan hidup berdasarkan lima kategori ditambah tabungan 10 persen. Kategori itu adalah makanan, tempat tinggal, laptop plus Internet, dan kebutuhan lain. Perhitungan upah layak juga sudah memperhitungkan inflasi. Ada kebutuhan khas profesi jurnalis seperti langganan koran, modem, dan menyicil komputer yang membuat upah layak jauh di atas upah minimum provinsi (UMP).

Menurut Ketua AJI Jakarta, Ahmad Nurhasim, upah layak di atas merupakan angka ideal untuk jurnalis pemula. Tapi, dalam kenyataannya, upah yang setara dengan upah layak itu baru diterima oleh jurnalis setelah bekerja lebih dari lima tahun. Nah, lho!

AJI Jakarta menilai bila upah layak tersebut diberikan ke jurnalis, maka akan meningkatkan mutu produk jurnalisme. Bila gaji standar apalagi lebih, si jurnalis bisa bekerja secara profesional dan tidak tergoda menerima amplop yang bisa merusak independensi jurnalis. Menurut AJI, gaji yang kecil kerap menjadi pemicu jurnalis menerima sogokan dari nasarumber.

Bagaimana dengan upah layak wartawan di Purwokerto? Berapa gaji ideal yang seharusnya mereka dapatkan? Sebenarnya sampai hari ini belum pernah ada survei tentang itu. Tapi kabarnya ada wartawan baru yang rela dibayar Rp 900 ribu per bulan. Jika info itu benar, menurut saya, pernyataan Prabowo di atas layak untuk didiskusikan lebih lanjut. (pranstiyanto_agust@yahoo.co.id)