Guru Harus Menjadi Panutan

Kegigihan dan pengorbanan seorang Siti, patut diacungi jempol. Loyalitasnya pada dunia pendidikan, tak perlu diragukan lagi. Sebelum berhasil menduduki jabatan sebagai seorang kepala sekolah, Siti yang mengawali pengabdiannya sejak tahun 1994 ini, harus rela bertahun-tahun mengajar tanpa bayaran.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Siti harus mencari sampingan menjadi pengajar bimbingan belajar di rumah usai mengajar di sekolah.

Baru pada tahun 2000 silam, ia mulai mencicipi honor atas pengabdiannya. Apa yang diperjuangkannya, berbuah manis. Tahun 2006, Siti diangkat menjadi PNS.

“Alhamdulillah, bahkan gelar S1 saya, sepenuhnya dibiayai dari uang hasil mengajar bimbel di rumah,” katanya.

Ibu yang memiliki moto hidup ‘semangat tanpa batas’ ini, mengemban amanat sebagai Kepala Madrasah oleh Yayasan Muhammadiyah tahun 2009.

“Awalnya dulu murid hanya puluhan, dengan fasilitas dan gedung sederhana. Ini tantangan bagi kami, bagaimana mengoptimalkan kreatifitas dan inovasi guru agar MIM Penaruban ini jadi pilihan utama orang tua murid dan warga sekitar,” katanya.

Menurut penghobi baca, kuliner, dan traveling ini, seorang guru adalah tokoh panutan dan inspirasi bagi murid-muridnya. Apalagi kalau guru, TK, & SD/MI. Guru juga harus bertindak sebagai orangtua di sekolah.

“Seorang guru harus senantiasa iklas dan sabar dalam membimbing anak didik,” ujarnya. (cr)