Harus Inovatif

Menjajakan makanan lokal mungkin tidak semudah saat dulu. Di tengah maraknya restoran cepat saji, cafe yang cozy untuk nongkrong yang dilengkapi dengan sajian yang berbau luar negeri seperti ramen, tomyam, pizza dan masih banyak lainnya.

Tentu saja, hal tersebut menjadi tantangan bagi Amilin yang saat tengah fokus menjajakan nasi buntel. Nasi buntel sendiri merupakan nasi dengan lauk pauk yang di buntel atau dibungkus daun pisang. Namun, saat ini dibungkus dengan kemasan yang lebih modern.

Alasannya, selain sebagai inovasi ternyata kemasan atau packaging dapat meningkatkan animo atau daya beli masyarakat. Apalagi bila dipasarkan dengan menggunakan media sosial yang notabene sebagian penggunanya adalah anak muda. Otomatis, Amilin harus bisa menyajikan nasi buntel yang kekinian.

“Awalnya memang di bungkus daun pisang, melihat tren makanan modern saat ini yang di kemas secara menarik, kenapa¬† tidak untuk makanan tradisional, yang kemas lebih modern, alhasil penjualan pun meningkat drastis,” ujarnya.

Inilah yang sebenarnya ingin dibuktikan oleh Amilin. Bahwa pelaku UMKM seyogyanya harus lebih inovatif lagi dalam membuat produk. Meski yang dijajakan sangat tradisional, saat dikemas dengan lebih menarik akan meningkatkan animo masyarakat.”Agar bisa menggaet anak muda untuk¬† membeli, bahkan menjadi pelaku usaha sendiri,” kata dia. (Ind)

Komentar

komentar