Keluarga

Pencabulan yang terjadi di Wanareja, Cilacap menambah rentetan kasus pencabulan yang pelakunya merupakan keluarganya sendiri. Mirisnya, perbuatan biadab itu baru diketahui setelah sang anak hamil tujuh bulan. Bahkan, ayah kandung itu mengakui ia sudah mencabuli anaknya sendiri sejak bulan September 2018. Salut untuk tetangga dan RW setempat yang perhatian dengan kondisi mereka. Jika tidak, bisa jadi si anak sampai melahirkan dan tidak tertangani.

Keluarga, yang seharusnya jadi tempat berpulang dan tempat paling aman bagi seorang anak, justru jadi sumber petaka. Ini yang terlihat dalam kasus ayah yang tega menodai anak kandungnya sendiri di Wanareja. Bukan sinetron, tapi sebuah kisah nyata yang bikin hati teriris.

Data Pusat Pelayanan Terpacu Cilacap Tanpa Kekerasan (PPT Citra) tahun 2017 lalu menyebutkan, para pelaku pencabulan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak mayoritas memiliki hubungan dengan para korban. Rata-rata adalah pacar, mantan pacar, teman, tetangga, dan bahkan kerabat. Kasus pencabulan menjadi yang paling tinggi, disusul KDRT dan pemerkosaan.

Jika dirunut, kasus seorang bapak yang tega menodai anaknya sendiri bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya di Banyumas raya, hal serupa juga pernah terjadi. Kondisinya pun mirip, si bapak tak bisa menahan kebutuhan biologisnya karena ditinggal istri bekerja ke luar negeri, jadi TKW (Tenaga Kerja Wanita).

Selain di Banyumas raya, kasus ayah kandung yang menodai anaknya juga pernah terjadi di Pekalongan tahun 2017 lalu. Parahnya si bapak ini bukan hanya ‘menggarap’ anaknya saja, tapi juga teman anaknya yang sedang datang berkunjung.

Jika peristiwa seperti itu terjadi di kota besar, mungkin tetangga dan RW tidak bakal memberikan perhatian lebih.  Mungkin saja begitu, karena orang kota cenderung lebih individual. Pasalnya, hal ini terjadi betulan di Tangerang Selatan. Seorang bapak tega menodai anaknya. Yang bikin parah, si anak sampai dua kali melahirkan.

Saat melahirkan yang pertama, anak itu tidak mau mengaku karena diancam oleh bapaknya sendiri. Kelahiran kedua, barulah semuanya terungkap lalu sang ibu melaporkan perbuatan bejatnya itu ke kantor polisi.

Semoga ke depan sesame warga dan bertetangga bisa saling mengingatkan dan peduli. Kepedulian sekecil apapun bisa membantu. Tentu tidak semua laki-laki bakal menjadi ayah bejat yang tega menodai anak. Tapi tak ada salahnya waspada selalu.

Membekali anak dengan pendidikan seks sejak dini bisa menjadi cara yang preventif untuk mencegah hal itu terjadi. Minimal, jika anak mendapatkan pelecehan seksual, dia punya ‘alarm’ dan mengetahui dengan pasti. Bahwa itu adalah hal salah yang harus dilaporkan. Anak juga harus dikuatkan untuk bertindak berani bicara hal yang membuatnya tidak nyaman.

Semoga lebih banyak keluarga harmonis yang tumbuh di Banyumas raya, dan bisa menjadi tempat berpulang, menjadi tempat paling aman dan nyaman untuk anak-anaknya. Saya hanya bisa berharap, pemerintah punya terobosan solusi untuk hal seperti ini. Minimal, bisa memberikan upaya preventif, sehingga angka kasus pencabulan anak tidak makin bertambah dari hari ke hari.(sugesti@satelitpost.com)