Eka Dilla Kurniawan, Asisten Redaktur SatelitPost

Pada babak perempat final Piala Dunia 2018 di Rusia, dua megabintang lapangan hijau, Lionel Messi asal Argentina dan Cristiano Ronaldo asal Portugal harus pulang lebih awal, karena timnas mereka kandas dikalahkan timnas Prancis dan Uruguay.

Sebelum perhelatan Piala Dunai 2018, sosok Messi dan Ronaldo digadang-gadang akan bermain gemilang mengingat keduanya selalu tampil memukau bersama klubnya masing-masing. Ronaldo dengan Real Madrid dan Messi dengan Barcelona. Keduanya juga dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir selalu bersaing merebutkan Ballon d’Or alias penghargaan pemain terbaik dunia.

Hasilnya, Messi maupun Ronaldo sama-sama metaih Ballon d’Or lima kali. Sebagian besar penggemar bola, pengamat bola pastilah seolah tak percaya, bagaimana di pentas piala dunia keduanya tak mampu mengangkat performa timnas. Berbeda jauh dengan penampilan saat membela klub. Walau di babak penyisihan Ronaldo lumayan gemilang dengan mengoleksi empat gol. Tapi rupanya di babak gugur langkahnya langsung terhenti oleh Uruguay.

Melihat fakta tersebut, bahwa sepakbola sebagai olahraga beregu, sangat mengutamakan kekompakan tim, bukan skill individu semata. Mungkin saja para pemain  di Barca dan Real Madrid begitu padu dengan Ronaldo dan Messi sehingga keduanya dapat menceploskan gawang lawan secara mudah dan kerap menang. Mungkin saja para pemain yang diterapkan pelatihnyya di timnas berbeda dengan yang di klub, skill maupun faktor lainnya.

Intinya, untuk meraih kemenangan tak bisa mengandalkan satu pemain. Mungkin saja timnas Prancis saat mengikuti Piala Dunia 1998  tak mengikutsertakan Eric Cantona yang sedang jaya-jayanya bersama Manchester United, sang pelatih Aimé Jacquet  mengkhawatirkan jika Eric Cantona masuk skuad Prancis, kerja tim tak bisa berjalan mulus, karena sangat mengadalkan kemampuan Eric Cantona. Terbukti walau tanpa sang bintang kala itu Eric Cantona, timnas Prancis juara Piala Dunia 1998 berkat kekompakan tim yang luar biasa.

Ditarik dalam helatan Pilkada Serentak 2018 yang lalu,  para calon bupati, walikota atau gubernur yang telah dinyatakan menang hasil sementara quick count sedikit banyak berkat peran sumbangsih kerja tim sukses dari partai pendukung. Walau sosok figur sang calon cukup memengaruhi mendulang suara, akan tetapi tanpa kerja tim sukses partai pendukung yang solid juga tak akan berbuah maksimal.

Dalam kerja tim tentu membutuhkan kecerdasan menerapkan strategi, mengetahui kelemahan lawan dan tak takabur, meremehkan lawan. Kini tinggal menunggu hasil penghitungan suara resmi dari KPU. Selanjutnya pemimpin terpilih secara sah jadi milik semua rakyat, diharapkan solid dan kompak bekerja bersama jajarannya layaknya sebuah tim sepakbola sehingga visi-misi saat kampanye membuahkan hasil memuaskan, seperti timnas Prancis dan timnas Uruguay ketika mengalahkan timnas Argentina dan Portugal dalam ajang Piala Dunia 2018 di Rusia. ([email protected])