Maksimalkan Potensi dengan Mengajar

Sebagai seorang lulusan Jurusan Tarbiyah, Faradhiena Yulizar mengaku ngebet ingin segera mengaplikasikan ilmunya di dunia kependidikan.

Dara kelahiran Purbalingga 8 Juli 1995 ini mengatakan, menjadi seorang pendidik itu dituntut untuk bisa memaksimalkan segala potensi yang dimiliki. Seorang guru harus bisa mencontohkan hal-hal positif, dan menjadi pribadi yang berkualitas secara intelektual, sosial maupun moral.

Faradhiena mengaku tertantang menjadi pengajar, usai mengikuti program pertukaran pelajar kuliah kerja nyata di Thailand, beberapa waktu lalu. Dia yang kebetulan mendapat kesempatan mengajar di Vityasil School, sekolah setara SMA di Pattani, provinsi di Selatan Thailand.

“Di sana kami jadi dewan pengajar Bahasa Indonesia dan ekstrakulikuler. CUkup kesulitam karena terkendala bahasa, adat, dan interaksi sosial yang agak berbeda. Tapi namanya mengajar ya itu tantangan bagaimana supaya ilmunya bisa tersampaikan,” ujarnya.

Sistem pendidikan yang diterapkan di Pattani juga sangat berbeda dengan di Indonesia.

“Kebetulan kalau di sekolah tempay kami mengajar, tidak ada standar nasional kelulusan siswa. Penilaian semuanya ditentukan sendiri pihak sekolah masing-masing,” ujarnya.

DIa juga mengaku bersyukur, karena sistem pendidikan dan sarana maupun prasarana pendidikan di Indonesia masih jauh lebih baik dibandingkan di Pattani.

“Sekolah di sana masih seperti sekolah-sekolah di pedalaman Indonesia. Fasilitas penunjang untuk pengajaran juga masih sangat minim dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang ada di Banyumas Raya,” katanya. (cr)