Oleh : Drs SUWARYO MSi

Pemerhati Masalah Sosial

Sekolah negeri yang diselenggarakan dan dikelola  dengan peraturan pemerintah sebagai stockholder yang secara teknis diatur oleh daerah provinsi dan kabupaten merupakan tanggung jawab pemerintah untuk mencerdaskan bangsa sesuai pasal 31 UUD 1945. Melihat secara fisik bangunan fasilitas yang lengkap (bagus dan megah) dan sumber daya manusia (guru-guru dan tenaga kependidikan) yang handal menjadikan sekolah-sekolah negeri menjadi piihan para orang tua murid untuk menyekolahkan di sana. Di samping itu ada yang membebaskan Sumbangan Penyelenggara Pendidikan (SPP) atau kalaupun ada SPP nominalnya menjadi ringan bahkan tersedia beasiswa untuk siswa-siswa berprestasi.

Tidaklah mengherankan kalau bangunan sekolah-sekolah negeri saat ini menjadi megah, indah dengan sentuhan arsitektur masa kini dan juga karena aktivitas Komite Sekolah dalam menggalang dana melalui penerimaan anak didik baru dan kucuran dana dari pemerintah. Walau dalam hal semacam ini sering muncul nada sumbang dari masyarakat yang beropini, sekolah negeri terus-terusan membangun ruang belajar baru dan menambah jumlah penerimaan anak baru, sementara sekolah swasta ada yang susah payah mencari anak didik, padahal jalannya operasi kegiatan proses belajar dari swasembada.

Terpuruknya sekolah swasta atau bahkan mati surinya beberapa sekolah swasta dalam penerimaan anak didik juga sebagai imbas dari didirikannya sekolah negeri baru oleh pemerintah dan penerimaan anak didik yang semakin bertambah dan juga sekolah swasta yang baru bagaikan jamur di musim hujan. Sekolah swasta yang “kering” siswa menjadi tidak mampu untuk mengoperasikan jalannya proses pembelajaran karena, fasilitas yang minim dan ketinggalan trend, gedung yang lapuk dan rusak, sumber daya manusia yang statis baik dalam jumlah dan kualitas.

Pada era tahu 1970 ada yang namanya sekolah swasta bersubsidi, yaitu dengan sistem pemerintah memperbantukan guru-guru negeri (PNS) di sekolah swasta untuk mengelola sekolah swasta di bawah kuasa yayasan sebagai stakeholder, hanya saja kebijakan ini sudah lama hilang karena ditariknya guru-guru yang diperbantukan. Apakah kebijakan ini juga yang menjadi beberapa sekolah swasta menjadi terpinggirkan dan menjadi sekolah yang kerdil Dengan tekad untuk mencerdaskan bangsa mungkin tidaklah jelek kalau subsidi guru-guru dari PNS perlu diperbantukan lagi ke beberapa sekolah swasta sebagai obat bagi bangkitnya sekolah swasta yang terpuruk.

Melihat fenomena sekolah-sekolah negeri secara fisik sangat memadai masyarakat yakin kualitas pendidikan akan bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang menuntut bukan hanya luaran yang bukan saja mumpuni dalam hard skill tetapi juga dalam hal emotion skill. Pinter dan mahir umpama sundul langit tanpa diimbangi sikap percaya diri, mau bekerja sama, rendah hati, peduli dengan rekan kerja, peduli dengan lingkungan, budi pekerti yang tinggi,mau berkomunikasi dan keimanan yang tinggi , biasanya kepentingan sendiri yang diutamakan dengan segala cara. Padahal tujuan bekerja adalah untuk tujuan bersama organisasi (perusahaan/instansi) dengan tanggung jawab yang berbeda.

Guru-guru negeri (PNS) yang sudah dan terus ditingkatkan kesejahterannya oleh pemerintah akan diimbangi dengan menjalankan tugas mengajar dengan mutu yang bagus dan bertanggung jawab, jangan ada istilah “korupsi waktu” tapi pergunakan waktu untuk membimbing siswa menjadi bertanggungjawab akan tugasnya. Di lingkungan sekolah orangtua mempercayakan anaknya dengan konsekuensi untuk memenuhi kewajiban terhadap sekolah, guru menjadi tulang punggung pendidikan generasi muda yang berilmu, bermoral dan bertaqwa yang akan menjadi generasi penerus bangsa.

Dalam masa penerimaan anak didik baru saat ini baik tingkat PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan juga masuk Perguruan Tinggi pemerintah memberikan kepada PNS  gaji ke-13 dengan maksud meringankan bagi mereka putra-putrinya masuk ke pendidikan mula-mula atau ke tingkat yang lebih tinggi. Hal yang berbeda mereka rasakan bagi orangtua murid yang bukan menjadi PNS/Pensiunan dari golongan tertentu menjerit karena susahnya mencari sekolah favorit dan biaya yang dibutuhkan. Sekolah negeri yang menjadi idola masyarakat jangan hanya fasilitas gedung dan fasilitas yang megah tapi keilmuannya yang semakin berkualitas.