Oleh : BHUANA DEWATI SPd

Guru Bahasa Inggris SMP N 1 Punggelan

            Saat ini teknologi menjadi salah satu elemen di bumi yang berkembang dengan sangat cepat, maksud teknologi di sini adalah informasi dan komunikasi.

          Sebagai manusia modern, sudah tidak asing lagi ketika melihat orang yang menggunakan handphone di manapun mereka berada, seperti di mobil, pasar, rumah bahkan sambil menyetir seseorang masih menyempatkan diri untuk menggunakan handphone.

Penggunaan teknologi saat ini didominasi oleh remaja. Mereka sangat cepat untuk menerima dan memahami bagaimana menggunakan teknologi yang modern. Banyak siswa SD, SMP, SMA, dan universitas yang secara konsisten menggunakan teknologi seperti internet, komputer, handphone, game dan lain sebagainya.

Teknologi adalah sekelompok perangkat yang bisa berdampak baik atau buruk bagi kehidupan remaja.

Pertama, informasi yang menyebar di dalam rangkaian teknologi banyak yang tidak berfilter. Informasi baik atau buruk dengan cepat menyebar dari satu perangkat ke perangkat lainnya. Akibatnya banyak remaja yang maengakses pornografi bahkan kecanduan terhadap akses konten yang buruk.

Berbagai macam kasus pelecehan seksual, perkosaan dan seks bebas yang ada di kalangan remaja saat ini, banyak disebabkan karena remaja sangat mudah mengakses pornografi menggunakan internet.

Kedua, kecanduan terhadap internet dan game membuat remaja lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial yang seharusnya berinteraksi dengan orang lain. Banyak dijumpai kasus di mana orang bertemu di sebuah tempat namun mereka tidak mengobrol mereka hanya mengobrol dengan teman yang jaraknya sangat jauh. Mereka lebih suka berinteraksi secara online melalui Twitter, Facebook, Instagram, Path dan media sosial lain daripada berinteraksi secara riil dengan berbicara langsung dengan orang yang ada di dekatnya.

Hal ini yang bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia. Seharusnya kita mewujudkan masyarakat yang toleran dan peduli dengan orang lain. Ketika keadaan ini terus berlanjut maka kita akan kehilangan identitas kita. Remaja Indonesia akan tumbuh menjadi orang yang tidak peduli dengan yang lain, tidak suka bersosialisasi dan dan bahkan tidak mengenal orang yang ada di sekitarnya.

Meskipun teknologi mempunyai dampak buruk, di balik kecanggihan yang dikembangkan oleh manusia ini, tentu saja mempunyai banyak dampak baik.

Pertama, teknologi adalah perangkat yang mampu meningkatkan kecepatan dan efektivitas arus informasi. Kita bukan lagi menjadi manusia konvensional yang harus mengirim surat apabila ingin berkomunikasi jarak jauh dan kita bukan lagi manusia yang harus menunggu berhari-hari untuk mendapatkan balasan pesan menggunakan e-mail dan SMS dalam waktu beberapa detik. Kita mampu mengobrol dengan teman yang sudah lama tidak kita temui dan tinggal di rumah yang jauh dari tempat kita tinggal. Kita mampu mengobrol dengan mereka menggunakan BBM, Facebook, Whats App Messenger, Line Messenger dan masih banyak lainnya.

Kedua, teknologi adalah media promosi bisnis yang sangat baik. Kita tentu mengenal internet, sebuah media informasi yang dapat diakses oleh jutaan orang dari seluruh dunia, kapanpun dan di manapun mereka mau. Ketika internet digunakan untuk mempromosikan produk maka ada banyak konsumen yang datang kemudian membeli produk tersebut. Strategi pemasaran menggunakan internet juga dimanfaatkan oleh para remaja. Saya menjumpai banyak siswa SMA atau universitas yang secara konsisten berdagang dengan memanfaatkan Media Sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram atau BBM. Ini merupakan dampak kemajuan teknologi yang sangat positif dan harus didukung oleh setiap orang. Menggunakan internet, seorang remaja tidak perlu mempunyai modal yang besar untuk berdagang. Mereka tidak harus menyiapkan uang puluhan juta untuk menyewa sebuah tempat sebagai toko. Mereka hanya perlu menanfaatkan ponsel mereka untuk berjualan dan mendapatkan uang.

Teknologi, kita mengenalnya mempunyai dampak buruk dan baik bagi remaja. Agar remaja mengerti bagaimana cara memanfaatkan teknologi dengan baik, sebagai orang tua kita harus terus memandu mereka, sehingga anak-anak kita bisa menggunakan internet tetapi tidak merugikan diri sendiri.(*)