DOK ILUSTRASI
DOK
ILUSTRASI

Belum kering ingatan kita tentang sebuah release dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)yang memasukkan kecanduan permainan (game disorder) ke dalam daftar “disorders due to addictive behavior” (penyakit yang bisa diakibatkan oleh candu) (kompas, 2018). Hal tersebut bukan tanpa alasan karena melihat efek candu dari game bisa berdampak pada stabilitas individu maupun sosial. Namun ternyata game tidak selalu identik dengan sesuatu yang tidak baik, beragam cara bisa dilakukan salah satunya dengan memproduksi game yang ramah terhadap kejiwaan dan syarat akan nilai-nilai pembelajaran.

Game Suled mungkin bisa menjadi salah satu alternatifnya. Game Suled memadukan konsep modern dengan tetap mengedepankan sentuhan tradisional sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom). Suled yang merupakan singkatan Super Leader diambil dari bahasa Jawa yang berarti menyalakan. Jadi permainan ini diharapkan dapat menyalakan semangat para pemain bagaimana memiliki sifat untuk membangun karakter, permainan edukasi Suled (super leader) ini merupakan sebuah papan permainan edukasi yang dapat digunakan untuk melatih sifat pembentukan karakter seseorang. Permainan ini dibuat untuk dapat menyelesaikan tantangan yang melibatkan aktivitas fisik dari para pemainya dan tentunya hukuman ini juga memiliki luaran (output) yang dapat melatih pembentukan karakternya misalnya seni berbicara di depan umum, lobi, penyelesaian masalah dan lainya.

Achmad Zaki Yamani Dosen Teknik Industri IT Telkom Purwokerto
Achmad Zaki Yamani
Dosen Teknik Industri IT Telkom Purwokerto

Pedoman permainan dari Suled (super leader) bisa dijelaskan secara sederhana dengan 8 orang pemain, langkah pertama pemain menentukan giliran pertama melempar dadu dengan cara hompimpa/suit. Pada permainan Suled (super leader) ini pemain diharuskan melempar dadu untuk menggerakkan pion sesuai dengan angka yang muncul pada dadu. Suled sendiri terbagi menjadi 3 tingkatan disesuaikan dengan bentuk rintanganya yaitu tingkat pertama, Pada tingkat pertama pertanyaan yang ada pada lintasan berupa pilihan ganda dan berfokus pada dasar dan teori pengetahuan umum tentang kepemimpinan. Pada tingkat kedua, pertanyaan yang ada pada lintasan berupa essay atau benar salah (true of false question), dan lebih berfokus pada inti kepemimpinan. Pada tingkat ketiga, pertanyaan yang ada pada lintasan berupa contoh permasalahan (study case), serta lebih berfokus pada kerjasama tim dengan melakukan rintangan (challenge).

Ketika pemain akan berpindah dari tingkat kedua menuju tingkat ketiga, pemain akan dihadapkan dengan pintu yang terkunci. Pintu tersebut memiliki pertanyaan yang harus dipecahkan terlebih dahulu agar pemain dapat melanjutkan permainan menuju tingkat ketiga. Setiap saat pemain tiba pada petak yang mereka lalui, maka pemain akan diberikan pertanyaan dengan mengambil kartu sesuai dengan dipetak tingkatan mana mereka tiba. Jika pemain dapat dengan benar menjawab pertanyaan, maka pemain akan diberikan penghargaan (reward). Jika pemain tidak dapat menjawab pertanyaan dengan benar, maka pemain diharuskan mengambil kartu challenge (tantangan) sebagai hukuman (punishment). Tahap akhir dari permainan ini adalah pemain tiba di pusat labirin dan berhasil melalui berbagai rintangan yang ada, kemudian setelah pemain menyelesaikan permainan ini, diharapkan pemain telah memiliki karakter (character building) yang baik.

Permainan Suled (Super Leader) bisa menjadi bagian dari alat peraga pada mata kuliah yang beririsan dengan topik kepemimpinan atau manajemen organisasi. Ilustrasinya dengan menambahkan sebuah permainan dalam metode pembelajaran maka akan membuat suasana kelas menjadi lebih aktif dan riang gembira. Selain itu, dalam konteks organisasi dan kepemimpinan dewasa ini memang perlu adanya perpaduan teori dan beragam problem kepemimpinan organisasi kekinian yang ujungnya tentu diharapkan mampu menstimulus sisi kognitif, afektif serta psikomotorik peserta didik.

Hadirnya Suled (super leader) lebih lanjut bertujuan untuk mengisi ruang-ruang kosong tentang pemahaman organisasi dan kepemimpinan dalam versi permainan yang nyata-nyata dirasa lebih akrab dengan anak muda zaman sekarang (now). Bagi peserta didik permainan Suled (super leader) bisa menjadi alternatif pembelajaran baru tentang organisasi dan kepemimpinan, karena selain belajar mengenai teori kepemimpinan, juga akan dikenalkan dengan model kasus serta rintangan yang dimainkan bersama masing2 tim, tentu dengan permainan tradisional yang memiliki unsur kekompakan tanpa menanggalkan jubah identitias kita sebagai bagian dari Bangsa besar yang berbudaya dan berbudi pekerti luhur. Pendek kata, permainan Suled (super leader) merupakan langkah kecil dari hasil perenungan serta kegelisahan akibat semakin merebaknya permainan berbasis mobile yang tidak memiliki nilai (value) tentang kehidupan, utamanya permainan yang tidak menanamkan nilai-nilai kehidupan yang inklusif yang mana makin sulit dipisahkan dari generasi emas Indonesia, mengutip sebuah pepatah “satu perbuatan jauh lebih baik dari seribu kata” rasanya layak untuk menjadi bahan refleksi bersama untuk tidak hanya sekedar cakap memimpin namun disaat bersamaan ternyata miskin keteladanan, karena pada hakikatnya pemimpin yang berhasil dan sukses bukan dinilai dari hal-hal kebendaan yang melekat pada dirinya namun jauh lebih luhur dari itu adalah seberapa besar mereka mempu memberikan arti atau peran untuk sesama. Wallahu a’lam Bissowaab.(*)