Gawai atau biasa kita kenal dengan sebutan gadget merupakan salah satu hasil teknologi manusia yang berguna sebagai alat komunikasi yang relatif mudah dipakai dan didapatkan. Penggunaan gadget tentunya sudah tidak asing lagi bagi manusia yang hidup pada zaman ini, hampir setiap lapisan masyarakat memiliki gadget. Apalagi pada masa sekarang, persaingan antara perusahaan gadget semakin ketat mereka berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas gadget yang mereka produksi. Hal ini mengakibatkan banyaknya jenis gadget yang ada di pasaran.

Semakin banyak gadget di pasaran tentunya juga mempengaruhi semakin banyak ketergantungan masyarakat terhadap tekonologi satu ini. Pada era sekarang banyak orang yang tidak bisa terlepas dari gadget. Mereka akan sangat kelabakan jika saja gadget mereka rusak atau tertinggal di rumah jika sedang bepergian. Gadget sekarang cenderung bukan hanya membantu manusia dalam berkomunikasi jarak jauh saja tetapi dengan gadget sekarang juga dapat melakukan berbagai aktivitas lain. Seperti transaksi jual beli, mencari informasi terbaru, pembayaran dan lain sebagainya. Hal ini mengapa banyak orang yang cenderung tidak bisa lepas dari gadget mereka.

Penggunaan gadget juga kerapkali dipengaruhi karena penggunaan media sosial. Media sosial seperti WhatsApp, Instragram, Facebook, Line dan lain-lain juga sangat berpengaruh terhadap penggunaan gadget. Banyak orang yang akan merasa sangat hampa jika satu hari saja tidak membuka media sosial mereka. Mereka akan merasa banyak sekali hal-hal yang mereka lewatkan daam satu hari jika tidak membuka media sosial mereka. Oleh karena itu penggunaan media sosial yang berlebihan juga dapat menjadi pemicu penggunaan gadget secara tidak bijak.

Selain orang dewasa, dewasa ini sudah banyak terlihat anak-anak di bawah umur bahkan masih balita sudah pandai dan kecanduan menggunaan gadget. Tentu hal ini sangat disayangkan, anak-anak yang seharusnya lebih dapat berkembang jika bersosialisasi langsung dengan lingkungannya dengan cara bermain akan lebih memilih duduk diam di rumah memainkan gadget mereka. Penyalahgunaan gadget seperti ini tentunya tidak terlepas dari peranan orang tua. Seharusnya sebagai orang tua bisa membatasi anak-anaknya menggunakan gadget. Namun sayangnya, pada kenyataanya banyak orangtua sekarang yang menajadikan gadget sebagai salah satu cara mengasuh anak. Mereka beranggapan akan lebih mudah mengasuh dengan membiarkan anaknya bermain gadget daripada membiarkan anaknya bermain di luar karena anak-anak akan cenderung lebih anteng jika sudah bermain gadget.

Padahal penggunaan gadget bagi anak-anak sangatlah tidak dianjurkan. Anak-anak berusia dini hanya dianjurkan memakai gadget kurang dari satu jam. Sedangkan anak-anak usia remaja hanya boleh menggunakan gadget selama dua sampai tiga jam. Penggunaan gadget secara berlebihan tentunya akan membawa dampak negatif bagi anak tersebut. Mereka yang sudah kecanduan gadget akan lebih pemalas bila diminta untuk membantu orangtua, belajar, dan melakukan kegiatan lain, anak-anak ini akan lebih memilih bermain gadgetnya daripada bermain dengan teman-temannya di luar. Hal ini akan mengakibatkan anak akan memiliki kecenderungan sifat antisosial.

Keadaan ini diperparah dengan banyaknya orangtua yang membiarkan anak-anaknya bermain gadget tetapi tidak memperhatikan apa yang mereka lakukan dengan gadget mereka. Banyak orangtua yang tidak melakukan pendampingan saat anak-anaknya menggunakan gadget memungkinkan anak-anak akan menjumpai konten-konten, tontonan atau aplikasi-aplikasi yang memuat hal yang negatif. Selain itu, karena kurangnya pendampingan dan pembelajaran dari orang tua banyak anak-anak yang akhirnya menjadi korban kejahatan orang-rang yang dikenalnya lewat media sosial. Seperti banyak kasus yang terjadi adanya seorang anak yang menjadi korban pelecehan dan penculikan orang yang tidak dikenal yang ternyata merupakan orang yang dikenal anak tersebut melalui media sosial.

Untuk itu sebagai orangtua yang baik tentunya harus memperhatikan anak-anaknya dalam menggunakan teknologi yang ada terutama gadget. Jangan biarkan anak-anak terpapar dengan dampak negatif dari gadget mereka. Hal ini bukan berarti membuat anak buta teknologi tetapi lebih kepada menggunakannya dengan bijak. Orangtua boleh saja memberikan fasilitas gadget untuk anaknya, dengan catatan penggunaan gadget hanya ditujukan untuk hal-hal yang positif saja seperti untuk berkomunikasi dengan saudara, membantu mencari materi pelajaran dan tentunya saat menggunakan gadget perlu adanya pendampigan dari orangtua.(*)