Jaminan kesehatan merupakan hak setiap warga Indonesia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjamin. Di Indonesia, dasar negara Pancasila terutama sila ke-5 juga mengakui hak asasi warga Indonesia atas kesehatan. Hal ini tercatat dalam UUD 45 pasal 28H dan pasal 34 dan diatur dalam UU No. 23 Tahun 1992 yang kemudian diganti dengan UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

 

UU No.36 Tahun 2009 dijelaskan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau. Sebaliknya, setiap orang juga mempunyai kewajiban turut serta dalam program jaminan kesehatan sosial. Jaminan kesehatan yang sering terdengar di kalangan masyarakat ialah melalui BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang menyelenggarakan jaminan kesehatan.

 

Masyarakat sangat menunjukkan ketertarikan terhadap jaminan kesehatan dilihat dari setiap tahunnya peserta BPJS mengalami kenaikan yang cukup signifikan. BPJS merupakan program yang dibuat oleh pemerintah untuk meratakan pelayanan kesehatan dan meningkatkan pelayanan kesehatan bagi semua warga Indonesia. Tetapi, akhir-akhir ini sering terdengar masyarakat yang mengeluhkan kekecewaannya terhadap pelayanan BPJS.

 

Pelayanan yang cukup mengecewakan contohnya lamanya menunggu giliran mendapatkan kamar untuk rawat inap, perbedaan pelayanan dengan pasien non BPJS, keterbatasan jenis obat dan perawatan yang disediakan atau proses administrasi yang memakan waktu.

 

Pelayanan kesehatan yang menjadikan masyarakat kecewa harus segera dilakukan perbaikan oleh pemerintah karena akan merugikan kepentingan masyarakat yang memerlukan pelayanan medis segera. Sebaiknya, semua rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang layak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan medis yang ada di rumah sakit. Kualitas pelayanan medis rumah sakit dapat dilihat dari profesional personil yang ada di rumah sakit, efektivitas pelayanan, serta kepuasan pasien.

 

Kepuasan pasien dapat dilihat dari pelayanan administrasi, pelayanan obat-obatan, sarana dan peralatan fasilitas serta lingkungan fisik