Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Program Keluarga Sehat melalui pendekatan keluarga gencar digalakkan pemerintah. Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) pada pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2016 di salah satu auditorium pertemuan di kawasan Jakarta Selatan mengatakan GERMAS dilakukan sebagai penguatan upaya promotif dan preventif masyarakat.

Puncak acara GERMAS di Kabupaten Purbalingga, Minggu (7/4) lalu bahkan memecahkan rekor Muri. Rekor yang dipecahkan ialah senam bersama dengan peserta terbanyak dan makan buah bersama terbanyak. Peserta pada dua rekor Muri itu diklaim mencapai 50 ribu orang. Namun apakah sudah tepat sasaran GERMAS tersebut.

Tujuan GERMAS, antara lain menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan; menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk, menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan.

Kini tengoklah ke rumah-rumah pedesaan terpencil, masih banyak kita temui rumah yang tak sehat, yakni sirkulasi udara tidak lancar, udara lembab yang tidak diatasi dengan baik, kotor, penuh sampah di sekitar lingkungan rumah, alas rumah berupa tanah.

Sejatinya GERMAS tak sekadar harus rajin olahraga atau mengonsumsi makanan yang bergizi, tetapi juga penting kiranya mensosialisasikan pola hidup sehat dan mengubah mind set masyarakat tentang rumah yang sehat, tak hanya yang penting bisa ditinggali.

Inilah tugas pemerintah, dalam hal ini puskesmas-puskesmas di daerah untuk dapat mengedukasi masyarakat bagaimana menjaga kesehatan dari lingkungan rumah sebagai bagian kegiatan preventif. Selain itu juga baik kiranya rutin petugas dari puskesmas untuk mengecek kondisi kesehatan masyarakat ke rumah-rumah. Mungkin ada masyarakat kurang mampu yang menderita sakit namun kesulitan untuk berobat, dapat tertangani. Negara akan terasa hadir.

Jadi program GERMAS dan program Keluarga Sehat yang sangat baik itu lebih bijak lagi diimbangi oleh perilaku masyarakat sendiri. Contoh kecil saja, memilah sampah organik dan anorganik tak semuanya sudah menjalankannya, lalu membuang sampah pada tempatnya. Sebab gerakan hidup sehat bisa sukses berawal dari diri-sendiri.

Jauh ke depan, apabila program GERMAS dan program Keluarga Sehat ini betul-betul diaplikasikan masyarakat, tak terpungkiri kualitas SDM akan meningkat dan dapat mencetak generasi penerus bangsa yang brilian. (ekadila@satelitpost.com)