Yuli Winarni SPd Guru Matematika SMPN 1 Punggelan

Guru adalah pahlawan ilmu. Guru adalah pahlawan pengetahuan. Dapat diibaratkan seperti sebuah dian (pelita) penerang dalam kegelapan. Cahaya dian meskipun kecil namun mampu memberik anterang (harapan) akan adanya sesuatu yang berarti, bernilai dalam hidup dan kehidupan manusia serta semesta ini. Sosok guru berkewajiban dengan keikhlasan dan pengabdian mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa-siswinya sebagai peserta didiknya. Peserta didik menjadi tahu, paham, mengerti tentang sesuatu hal. Ilmu pengetahuan yang ditransfer tidak pernah mati dan statis. Pertanyaannya sekarang, guru yang seperti apakah yang demikian itu? Jawabannya adalah  guru yang professional.

Sebagaimana dinyatakan oleh Oemar Hamalik (2006:42) bahwa profesionalisme guru mengandung pengertian yang meliputi unsur-unsur kepribadian, keilmuan, dan keterampilan. Guru profesional adalah guru yang totalitas dalam kegiatan mengajar dan mendidik siswa, memiliki rasa tanggung jawab dan peduli terhadap perkembangan akhlak, sifat dan intelektual siswanya, sehingga diharapkan siswanya senantiasa mengalami perkembangan menjadi lebih baik. Untuk mewujudkan guru yang profesional itu tentu tidaklah mudah, memerlukan perjuangan berupa kemauan yang keras untuk senantiasa meningkatkan kualitas diri sepanjang masa. Dalam hal ini,  penulis mencoba merangkum kriteria guru professional itu adalah guru yang CANTIK yaitu guru yang cerdas, aktif, bernilai, tulus, inovatif, kreatif.

Guru yang Cerdas akan melahirkan out put murid-murid yang cerdas pula. Bagi seorang guru yang cerdas jangan sekali-kali berada dalam bayangan pikiran zona nyaman dalam rutinitas mengajarnya. Menjadi seorang guru yang cerdas tentu merupakan kondisi idealitas bagi seorang yang hendak berkhidmat menjadi seorang pendidik. Kebijakan pemerintah dalam bentuk sertifikasi guru sebenarnya merupakan salah satu cara pemerintah untukmngukurbtingkat kualitas dan kapasitas seorang guru. Guru cerdas jangan terpaku oleh kesibukan sisi-sisi pemenuhan administrasi persiapan mengajar tanpa mempertimbangkan dan mempersiapkan aspek-aspek lain dalam menunjang kualitas pengajaran kita di dalam kelas. Keakrabannya dengan berbagai sumber keilmuan dan media informasi baik cetak maupun elektronik sangatlah diperlukan. Guru cerdas semestinya selalu up to date dengan perkembangan teknologi. Untuk menjadi guru profesional, tidak cukup hanya menjadi guru yang cerdas, tapi guru pun harus menjadi guru aktif.

Waktu terus berjalan, zaman terus berganti demikian juga ilmu pengetahuan terus berkembang dengan pesat. Untuk mengimbangi perkembangan yang terjadi di masyarakat maka guru harus masa depan harus memiliki sifat yang pertama yaitu Aktif. Guru harus aktif dalam mencari informasi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan mengembangkan ilmu yang telah dimilikinya secara terus menerus. Dia tidak akan pernah puas hanya memiliki sedikit ilmu, ia akan selalu haus akan ilmu dan informasi terbaru yang bisa dijadikannya referensi dalam proses belajar mengajar di kelas. Guru juga harus aktif berinteraksi dengan siswa dan lingkungannya dalam rangka memperluas pergaulan dan jaringannya. Jika guru yang cerdas dan aktif telah terwujud, sekarang tinggal kemauan yang kuat dari guru tersebut untuk berubah menjadi lebih baik, memiliki semangat tinggi dalam mengabdikan dirinya bagi kemajuan siswa, sekolah dan masyarakat pada umumnya. Karena dalam hal ini, seberapa banyak pun ilmu yang  dimiliki, jika tidak dimanfaatkan, sia sialah ilmu tersebut. Ini artinya, guru sebagai pendidik harus memiliki Nilai manfaat, kompetensi sosial yang tinggi,  peduli dan bertanggung jawab terhadap kemajuan pendidikan dan moral  siswanya.

Dalam perjalanan pengabdiannya itu, guru akan menjadikan sekolah sebagai rumah keduanya mengingat sebagian besar waktu para guru dan siswa habis di sekolah. Karena itu, begitu kuat, ingatan para siswa terhadap gurunya. Salah satu hal yang sangat membekas dalam ingatan siswa adalah jika seorang guru mengajar dan mendidik anak didiknya dengan Tulus. Intinya, guru professional itu harus memiliki kompetensi kepribadian yang utuh, sehingga guru bekerja bukan sekedar  melaksanakan tugas semata, tetapi sampai pada panggilan hati nurani yang berdasarkan pada cinta kasih sesama yang semuanya dilakukan berdasarkan ketulusan hati mereka, yang nantinya selain akan mencetak  generasi yang cerdas intelektualnya, juga terampil dan berkualitas akhlaknya, itulah yang dinamakan guru yang Tulus.

Guru yang tulus selain memiliki ketulusan dalam mengajar, dia juga selalu antusias untuk belajar bagaimana cara mengajar yang tepat dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga setiap siswa yang memiliki cara berbeda dalam belajar dapat terakomodasi. Untuk mewujudkan semua itu, maka guru perlu berinovasi dalam membuat media dan strategi pembelajaran yang bervariasi. Guru harus bisa menyampaikan ilmunya pada siswa, menemukan, dan menciptakan sesuatu yang baru. Hal ini penting, karena dengan demikian siswa akan belajar dari keberhasilan sang guru dan belajar banyak darinya. Ini juga akan merangsang siswa untuk lebih maju dan berinovasi juga dengan ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya. Guru yang inovatif lah yang akan selalu dicari, diburu dan dirindu oleh dunia pendidikan.

Selain bisa berinovasi, guru pun harus kreatif dalam mengemas skenario pembelajaran di kelas dengan siswa supaya tercipta suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan. Seorang guru dituntut untuk bisa menyampaikan ilmu kepada siswa didiknya dengan baik. Untuk bisa melakukan itu semua guru harus berfikir keras dalam mengatur strategi pembelajaran mulai dari materi yang akan disampaikan, metode yang digunakan sampai pada alat-alat peraga yang akan digunakan. Guru harus bisa menciptakan alat-alat peraga yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran apalagi ditengah-tengah keterbatasan yang dimiliki sekolah, guru harus sangat kreatif dalam berfikir dan bertindak. Kreatifitas seorang guru tidak hanya terbatas pada alat peraga, kreatif dalam menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, kreatif dalam mengeksplorasi kemampuan siswa, kreatif dalam mengaitkan ilmu dan kehidupan dan kreatif dalam menuangkan pemikiran-pemikirannya.

Itulah sekilas gambaran kriteria guru professional, yang dirangkum menjadi guru yang “CANTIK”. Hendaknya setahap demi setahap sudah harus dilakukan dan diterapkan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Seorang guru harus sangat menyadari bahwa untuk menjadi guru yang luar biaasa tidak akan pernah bisa diraih hanya dengan bermalas-malasan dan berpangku tangan atau hanya dengan menunggu ilham yang datang, tetapi harus ada perjuangan dan pengorbanan dalam tiap langkah yang diambil. Dengan usaha dan doa yang sungguh-sungguh yakin lah suatu hari nanti semuanya akan terwujud. Semoga kita sebagai pendidik senantiasa berikhtiar untuk menjadi pengajar dan pendidik yang Professional termasuk didalamnya yang “CANTIK” (Cerdas, Aktif, berNilai, Tulus, Inovatif, Kreatif).(*)