DOK ILUSTRASI
DOK
ILUSTRASI

MIDHAN ANIS, SSY
Pengusaha Eksport Furniture

Meningkatnya investasi di suatu daerah atau negara menjadi pemantik bagi bergeraknya mesin pembangunan ekonomi di daerah atau negara tersebut. Dalam ekonomi skala makro, investasi berperan sebagai salah satu komponen dari pendapatan nasional, Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP).

Secara sederhana pengaruh investasi terhadap perekonomian suatu negara nampak pada pendapatan nasional negara tersebut. Investasi berkorelasi positif dengan GDP. Secara umum dapat dikatakan, jika investasi naik, maka GDP cenderung naik. Atau sebaliknya, jika investasi turun, maka GDP cenderung turun. (Eddy Cahyono, 2015)

Dalam skala yang lebih kecil,  di lingkup daerah kabupaten/kota,  pergerakan ekonomi secara langsung dipengaruhi oleh kekuatan investasi di daerah tersebut. Suatu daerah yang mampu menarik minat banyak investor untuk membuka unit-unit usaha di daerah tersebut,  secara otomatis akan mampu menekan angka pengangguran produktif karena investasi yang ditanamkan di sana akan melibatkan tenaga kerja produktif di sekitarnya.

Investasi memiliki koterkaitan yang kuat dengan keberadaan sumber daya alam di suatu wilayah. Makin vareatif sumber daya alam yang ada,  makin bervareasi pula jenis investasi yang bisa ditanamkan,  semakin menarik bagi investor dari dalam dan luar daerah untuk menanamkan modalnya. Tidak hanya Sumber Daya Alam,  Sumber Daya Manusia juga menjadi faktor penentu. Banyak contoh daerah yang tidak memiliki sumber daya alam yang mendukung suatu investasi,  namun kualitas dan daya kreatifitas Sumber Daya Manusia yang memadai membuat investasi berjalan lancar dan cenderung meningkat. Yogyakarta, Surakarta, Boyolali, Kudus dan Jepara  adalah contoh nyata. Di Yogyakarta,  semua bahan baku industri yang berbasis handycraft didatangkan dari daerah lain,  kayu dari Cilacap,  Purworejo,  Ngawi, Bojonegoro dan Blora hingga Madiun,  tidak sedikit yang didatangkan dari wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, kain banyak diproduksi di Magelang,  Solo Raya,  dan daerahnlainnya. Namun demikian,  besarnya jumlah kreator seni,  tingginya kualitas SDM dan menyatunya unit-unit usaha secara komunal dalam sentra-sentra produksi menyebabkan kekuatan jaringan produksi dan pemasaran pun meningkat. Ditambah peran pemerintah yang menitikberatkan program kerja pemerintah di bidang pariwisata menjadi tulang punggung bagi meningkatnya skala ekonomi di sektor ini. Imbasnya adalah meningkatnya seluruh sektor pendukung bagi wisata dan industri kreatif di kota pelajar ini. Hotel tidak pernah sepi, transportasi keluar masuk Yogyakarta baik transportasi darat maupun udara semakin ramai, dan seterusnya.

Kudus, tidak pelak lagi dikenal sebagai Kota Kretek. Pertanyaannya adalah,  adakah lahan pertanian tembakau di kabupaten itu dan sekitarnya?  Ternyata tidak ada. Tembakau didatangkan dari Temanggung,  Magelang, dan sekitarnya. Meskipun tidak memiliki kekayaan sumber daya alam berupa bahan pokok pembuatan rokok, di Kudus ternyata berdiri ratusan pabrik rokok di hampir seluruh pelosok daerah. Daya dukungnya adalah Sumber Daya Manusia yang mendukung berjalannya produksi rokok di sana. Demikian pula kertas, dan  bahkan produk-produk berbahan marmer dan onyx.

Jepara dengan jumlah penduduk 1,1 juta jiwa,  dikenal sebagai penghasil furniture terbesar di Indonesia yang memiliki lebih dari 4000 unit usaha produksi di bidang furniture dan telah mensupply hingga 80 negara tujuan eksport di seluruh dunia (Muhammad Mas’ud, 2009). Dan sekali lagi,  tidak satupun bahan baku furniture Jepara diperoleh dari hutan di Jepara, apalagi setelah maraknya illegal logging sejak penghujung tahun 1998 hingga pertengahan tahun 2000. Kayu Meh atau yang biasa disebut kayu Munggur dan kayu sonokeling banyak didatangkan dari Cilacap,  kayu Mahoni didatanglan dari Temanggung,  Magelang dan Purwokerto,  kayu jati didatangkan dari Rembang,  Blora, Bojonegoro,  Ngawi dan Madiun hingga Sumatera dan Sulawesi.

Tidak hanya Furniture, Kerajiann Rotan dan Industri Sandang Tenun Ikat Troso yang telah menjadi salah satu icon Jawa Tengah dihasilkan dari unit-unit usaha Micro,  Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah itu.  Rotan di Desa Teluk Kecamatan Welahan, dan tenun ikat di Desa Troso,  Kecamatan Pecangaan. Keduanya tidak hanya mengisi pasar domestik. Namun telah lama merambah pasar ekpsort di berbagai belahan dunia. Darimana Bahan bakunya?  Rotan orgnik didatangkan dari Sulawesi. Rotan sintetis didatangkan dari Taiwan dan Jeman. Demikian juga benang dan pewarna sebagai bahan baku Tenun Ikat Troso tidak satupun diproduksi di Jepara.

Yang menarik di Jepara adalah, investasi asing di tiga sektor kerajinan ini sudah demikian besar, sehingga persaingan dalam meningkatkan kualitas produksi semakin ketat. Nilai positifnya, semakin besar pula peluang untuk memenangkan persaingan di pasar global.

Quo Vadis Investasi Cilacap

Belajar dari daerah-daerah lain, Pemerintah Kabupaten Cilacap sudah saatnya mulai menggenjot sektor-sektor produktif berbasis ekonomi kerakyatan khususnya di bidang ekonomi kratif. Tumbuhnya — meskipun masih dalam skala kecil — unit-unit usaha seperti batik dan tenun di sektor sandang,  tas, dompet berbahan kulit, alat-alat rumah tangga berbahan bambu di sektor kerajian dan sksessorie, gula semut,  selai pisang, kerupuk ikan, Bubur ganyong, ikan olahan, Ikan Fresh berbagai jenis, udang, lobster dan berbagai produk minuman hingga minyak kelapa di sektor pangan, dan menggeliatnya seni berbasis budaya lokal merupakan modal awal bagi berkembangnya industri kreatif di masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Cilacap dengan sesanti Cilacap Bercahaya yang diejawantahkan ke dalam program Bangga Mbangun Desa berbasis 4 pilar yang dua diantaranya adalah Pilar Ekonomi dan lingkungan Sosial Budaya  memiliki tanggung jawab besar menodorong tumbuh kembangnya masyarakat ekonomi kreatif. Semua kekuatan dari aparatur pemerintah daerah kabupaten Cilacap di bidang ekonomi,  seni budaya, dan pariwisata harus menitikberatkan Program Kerja Jangka Menengah dan Jangka Panjangnya di bidang ini.

Dalam buku Kajian Penyusunan Roadmap Sistem Inovasi Daerah Kabupaten Cilacap Tahun 2018 – 2022 disebutkan adanya kebijakan pro-investasi di Kabupaten Cilacap antara lain dilaksanakannya kebijakan pelayanan perizinan satu pintu melalui DPMPTSP yang sejak tahun 2016 telah melayani perizinan dan non perizinan sebanyak 26 jenis dan pemberian insentif bagi para investor (antara lain keringanan retribusi) untuk jenis-jenis penanaman modal tertentu. Tabel 3.15 di buku ini berisi Kondisi Kerangka Umum bagi Inovasi dan Bisnis di Kabupaten Cilacap saat ini. Dalam tabel itu terdapat beberapa vareabel sekaligus Indikator yang menunjukkan kondisi umum yang ada saat ini di Kabupaten Cilacap seperti misalnya di dalam Vareabel Basis Data Inovasi dan Bisnis dengan indikator tersedia atau tidaknya basis data tersebut, ternyata diuraikan di sana bahwa kondisi riilnya di Kabupaten Cilacap telah tersedia data UMKM dan Koperasi Kabupaten Cilacap sampai dengan tahun 2016 namun bekum terinci tentang kaitannya dengan inovasi. Dalam Vareabel Infrastruktur Dasar Inovasi Bisnis dengan indikator ada tidaknya inkubator bisnis dan teknologi di kabupaten Cilacap telah lama menerapkan pengembangan UMKM dsn Koperasi dengan pengenalan TTG dan IPTEK. Lembaga pendidikan SMK bahkan telah memiliki bengkel praktek dan inkubator bisnis. Dalam pengembangan UMKM,  Kabupaten Cilacap juga sudah memiliki PLTU (Pusat Layanan Usaha Terpadu) atau yang juga biasa disebut sebagai Center of Integrated Service (CIS) od SMEsCO.

Dengan adanya fasilitas inovasi dan bisnis ini seharusnya Kabupaten Cilacap sudah memiliki daya dukung yang besar terhadap peningkatan Investasi di berbagai bidang ekonomi. Ditambah ketersediaan SDA yang demikian lengkap mulai dari sektor maritim,  sektor pertanian,  sektor kehutanan, hingga sektor industri kreatif.

Dalam buku Rencana Induk Kelitbangan kabupaten Cilacap 2018-2022 point 2.10 tentang Analisis SWOT Kelitbangan di Kabupaten Cilacap Bidang Ekonomi dan Pembangunan Daerah disebutkan bahwa kekuatan yang dimiliki daerah ini adalah adanya beragam komoditas unggulan dan potensial dari berbagai sektor. Di sektor pertanian berupa surplus beras, sektor perkebunan melimpahnya karet,  sektor perikanan berupa hasil perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Kekuatan yang lain adalah adanya produk unggulan daerah hasil produksi UMKM berbasis pertanian dan perkebunan, sedangkan bidang perikanan belum terpetakan baik pembinaannya maupun fasilitasnya bagi pengembangan dan pemasaran bidang ini secara luas.

Selain dua kekuatan tersebut, Kabupaten Cilacap memiliki kekuatan lain berupa adanya PLUT bagi peningkatan dan pelatihan bagi pelaku usaha mikro dan kecil termasuk di dalamnya peningkatan akses pasar melalui offline dan online marketing seperti yang baru-baru ini dilaksanakan oleh FEDEP tepatnya pada tanggal 17 Juli 2019 di ruang Rapat BAPPELITBANGDA kabupaten Cilacap yang menghadirkan beberapa pembicara salah satunya dari PLUT Cilacap.

Hanya saja persoalan yang dihadapi Kabupaten Cilacap adalah bahwa berbagai komoditas unggulan pendukung perekonomian daerah ini dipasarkan ke luar daerah dalam kondisi belum dioleh,  misalnya hasil hutan seperti kayu gelonding, padi, karet,  hortikultura, dan hasil perikanan sehingga nilai tambahnya justru diperoleh pihak lain di luar Kabupaten Cilacap. Disamping itu, beberapa unit usaha yang telah melakulan proses pengolahan terhadap komoditas nggulan itu mengalami banyak kebuntuan dalam hal kekuatan mengakses pasar. Ditambah kendala lain misalnya tenaga terampil dalam proses pengolahan ini belum benar-benar memanfaatkan teknologi modern. Dalam hal kemasan pun tidak sedikit yang masih belum maksimal baik dari tampilan maupun  kerapian. Belum lagi persoalan mutu yang masih belum cukup bisa bersaing karena belum adanya standarisasi yang jelas bagi mutu produk yang dihasilkan. Inovasi produk olahan juga masih membutuhkan banyak pembinaan. Diantara semua kelemahan yang ada,  yang paling mencolok adalah belum adanya jejaring usaha baik dalam konteks produksi maupun pemasaran secara bersama,  misalnya membentuk pola sentralisasi produk tertentu di wilayah  tertentu sebagaimana yang dilakukan Yogyakarta pada sektor handycraft dan Kabupaten Jepara di sektor furniture, tenun ikat, rotan dan roti.

Dari kekuatan berupa potensi dan kelemahan berupa berbagai kekurangan yang ada di hampir seluruh sektor ekonomi di Kabupaten Cilacap ini kita masih bisa cukup berharap untuk segera meningkatkan produktifitas semua bidang yang ada itu sekaligus menentukan target terhadap neningkatnya investasi di  sektor-sektor yang ada mengingat pemerintah Kabupaten Cilacap telah demikian gencar melaksanakan program-program pemberdayaan dan pengembangan di sektor ekonomi dengan memberikan berbagai fasilitas kepada para pelaku ekonomi misalnya pemberdayaan UMKM melalui PLUT. Tinggal bagaimana pelaku ekonomi sendiri menata usaha masing-masing supaya segera mampu mengimbangi pergerakan dan support yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap.

Yang perlu ditindaklanjuti lebih jauh secara serius dan berkesinambungan adalah pengembangan perekonomian desa berdasarkan potensi lokal (one village one product) berupa sentralisasi produksi untuk produk tertenti di desa tertentu.

Pemerintah juga perlu lebih pro aktif dalam membantu para pelaku ekonomi dengan memberlakulan kebijakan akses permodalan kredit berbunga rendah bagi UMKM. Bank-bank pemerintah perlu lebih gencar melakukan promosi untuk mengakses para pelaku usaha sehingga mereka selalu update terhadap program-program baru yang baik, menarik, dan berpihak kepada mereka.

Pemerintah kabupaten Cilacap juga harus segera menginisiasi terjalinnya kerjasama antara OPD yang mempunyai tugas memberikan fasilitas dan kajian pengembangan produk UMKM dengan Balai Pengembangan Industri, BLK dan design produk secara luas.

Apabila semua itu berjalan integral, bisa diharapkan pada akhirnya iklim investasi di Kabupaten cilacap akan segera meningkat dan pemasaran produk-produk lokal bisa dengan cepat merambah pasar yang lebih luas baik pasar domestik maupun pasar global. Harapan ini sudah nampak mulai terang melihat banyaknya ajang-ajang Pamer Produk yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap. Contoh riilnya yang sedang berlangsung sekarang ini di Alun-Alun Cilacap, Pekan Promosi Cilacap Expo 2019.(*)