UJIYANTI SPd Guru IPS SMP Negeri 1 Punggelan

Pada silabus Mata Pelajaran IPS Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 di kelas VII dan VIII terdapat  materi “Sumber Daya Alam”. Materi tersebut sangat penting, supaya  peserta didik mengetahui potensi yang ada di Indonesia pada umumya dan daerah masing-masing secara khusus yang memiliki potensi tinggi. Sehingga banyak pihak yang memiliki cara pandang (paradigma)  yang berbeda. Beberapa paradigma tentang pertanian akan saya uraikan di bawah ini. Materi sumber daya alam berisi tema konseptual dan disampaikan secara global. Sebagian potensi sumber daya alam yang ada di Indonesia dari sektor pertanian dan sebagian besar penduduk  Indonesia  memiliki mata pencaharian sebagai petani sehingga sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Sektor pertanian merupakan sektor yang kurang mendapat perhatian secara serius dari pemerintah dalam pembangunan bangsa. Mulai dari proteksi, kredit hingga kebijakan kurang menguntungkan bagi sektor ini. Program-program pembangunan pertanian yang belum terarah tujuannya bahkan semakin mengarah sektor ini pada kebimbangan. Sehingga banyak generasi muda tidak menyukai bekerja pada sektor pertanian. Meski demikian sektor ini merupakan sektor yang sangat banyak menampung luapan tenaga kerja. Dalam http://danielfery18.wordpress.com, ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain : potensi sumber daya alam yang besar, besarnya pangsa terhadap eksport nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan. Potensi pertanian  Indonesia yang besar namun pada kenyataannya sampai saat ini sebagian besar dari petani kita termasuk pada golongan miskin.

Harapan dari petani Indonesia adalah kemajuan dari sektor pertanian yang mampu mendongkrak pendapatan masyarakat. Harapan dari pemerintah adalah pertanian mampu mendukung ketahanan pangan bagi masyarakat Indonesia dan meningkatkan pendapatan perkapitan penduduk Indonesia. Mungkinkah hal tersebut bisa terwujud? Pada dasarnya, lahan kering merupakan bagian masa depan pertanian dan kekuatan ekonomi pedesaan Indonesia. Hal ini sejalan dengan pidato visioner Bung Karno pada tahun 1952 di depan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Indonesia di Bogor. Yang mengingatkan bahwa pertanian lahan kering untuk menopang produksi pangan perlu mendapat perhatian sepenuhya. Namun, kebijakan yang berkembang sampai saat ini belum mengoptimalkan manfaat dan potensi lahan kering yang tersedia. Sampai saat ini pemanfaatan potensi lahan kering untuk kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat belum didukung sarana dan prasarana secara menyeluruh, sehingga lahan kering yang sangat berpotensi  mendukung ketahanan pangan nasional belum berfungsi secara optimal (Ai Dariah, 2012 : 9).

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mendidik, membimbing generasi muda pada sektor pertanian adalah diselenggarakannya Sekolah Lapangan. Sekolah Lapangan merupakan inovasi pendidikan orang dewasa yang dikembangkan di Indonesia dan telah diterapkan di lebih dari 30 negara Asia, Afrika dan Amerika Latin. Pendekatan Sekolah Lapangan digunakan di berbagai bidang, mulai dari PHT padi, sayuran, kapas, tanaman perkebunan, pengelolaan kesuburan tanah, membangun peran masyarakat sipil pedesaan (Munthaha 2003). Sekolah Lapangan (SL) diartikan sebagai “Sekolah Tanpa Dinding”, dengan ciri utamanya adalah letak pusat belajar (learning center) berada pada peserta, bukan pada pengelola belajar atau guru. Karakteristik dasar SL adalah: (i) bahan belajar terletak pada usaha tani dan lingkungan budaya masyarakat tempat SL dilaksanakan, dan (ii) kurikulum belajar peserta dihasilkan melalui kajian peserta SL berdasarkan invetarisasi potensi dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Perencanaan belajar SL  dibangun bersama ( Ai Dariah 2012 : 228).

Upaya yang dapat dilakukan pada sekolah umum seperti SMP untuk mendidik dan membimbing peserta didik mengarah pada keterampilan bertani dan tidak menyimpang dari kurikulum adalah mengimplementasikan dalam pembelajaran pada materi-materi yang ada hubunganya dengan pertanian antara lain pada materi “Sumber Daya Alam”. Sebagai contoh cara menanam tanaman mrica sebagai salah satu jenis tanaman pada lahan kering, bisa di praktekkan pada peserta didik. Mulai dari memperkenalkan jenis-jenisnya, cara memperbanyak pohon, cara menyiapkan tempat untuk tanaman baru atau penyemaian, cara perawatan pada penyemaian,  cara menanam, cara perawatan pada lahan sampai pada cara memanen. Hal tersebut sangat membantu bagi peserta didik, walaupun masyarakat disekitar tempat tinggal mereka banyak petani mrica, mungkin saja peserta didik belum memahami karena banyak waktu yang digunakan peserta didik untuk belajar disekolah. Manfaat dari penjelasan tentang hal tersebut kemudian dipraktekkan disekolah kemudian di praktekkan juga dirumah. Proses belajar dan hasil belajar mereka menjadi pengalaman yang sangat berharga. Dari kegiatan belajar mengajar tersebut dapat membentuk karakter peserta didik meliputi karakter mandiri, gotong royong. Sehingga penilaian kepada peserta didik semakin lengkap meliputi penilaian pengetahuan, keterampilan dan sikap.

Menurut Muhamad Fathurrrahman, 2015:242, pelaksanaan pembelajaran tersebut termasuk dalam pembelajaran dengan model Berbasis Pengalaman (experiental learning). Belajar sebagai proses mengkontruksi pengetahuan melalui trasformasi pengalaman. Belajar dari pengalaman mncakup keterkaitan antara berbuat dan berpikir. Jika seseorang terlibt aktif dalam proses belajar maka orang itu akan belajar jauh lebih baik. Hal ini dikarenakan dalam proses belajar tersebut pebelajar secara aktif berpikir tentang apa yang dipelajari dan kemudian bagaimana menerapkan apa yang telah dipelajari dalam situasi nyata. Pembelajaran berbasis pengalaman adalah proses belajar induktif, berpusat pada pebelajar dan berorientasi pada aktivitas refleksi secara personal tentang suatu pengalaman dan memformulasikan rencana untuk menerapkan apa yang diperoleh dari pengalaman dalam konteks situasi matematika yang lain adalah faktor kritis dalam menjaga efektivitas pembelajaran berbasis pengalaman

Apakah yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan kemajuan ekonomi dari sektor pertanian? Sedangkan generasi muda sekarang cenderung tidak suka menjadi petani karena kotor, panas, keuntungannya kecil. Banyak hal yang harus kita lakukan dalam mengembangkan pertanian pada masa yang akan datang. Kesejahteraan petani dan keluarganya merupakan tujuan utama yang menjadi prioritas dalam melakukan program apapun. Kesimpulan secara umum: hasil pertanian belum cukup untuk menjadi hidup makmur karena menurut ilmu ekonomi dikatakan makmur apabila sebagian besar kebutuhan secara material terpenuhi. (*)