ilustrasi

Dalam harian ini penulis pernah menulis artikel dengan judul “Perang Gojali Suto” menjelang Pilihan Bupati Banyumas di  mana pasangan bupati pertahana dengan wakilnya ibarat bapak dan anak. Dalam cerita wayang perang gojali suto pemenangnya adalah bapak (Kresna) sedangkan sang anak (Sutejo) kalah bahkan tewas. Dalam pemilihan bupati yang lalu yang menjadi pemenang sang anak (wakil) karena penentu kemenangan bukan ki dalang dalam cerita wayang tetapi pilihan rakyat dalam pemilihan bupati.

Pada pemilihan bupati (pilbup) saat ini dengan personil cabup yang sama dan sama-sama pernah menjadi bupati maka istilahnya menjadi perang Pamuksa, yaitu dalam perwayangan perang antara Prabu Trembuku dari Pringgodani dengan Prabu Pandu dari Astinapura. Dalam peristiwa ini yang kalah dan tewas adalah Prabu Trembuku, kedua raja tersebut sebenarnya adalah guru dan murid, karena hasutan orang-orang yang dipercaya timbulah kesalah pahaman yang akhirnya menimbulkan peperangan.

Pilbup yang akan datang memperebutkan kursi bupati dan wakil bupati dan yang maju dalam perebutan kursi-kursi tersebut akan tampil pasangan putra-putra Banyumas yang terbaik menurut partai pengusung dan mumpuni dalam memimpin daerah dengan pengalaman-pengalaman yang dimiliki.

Bagi masyarakat Banyumas tentu saja kedua pasangan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam segala bidang menurut persepsi mereka masing-masing. Kedua pasang pilbup mempunyai program, visi dan misi yang bisa diketahui dalam mass media maupun nanti dalam masa kampanye nanti.

Ada pasangan yang mempunyai misi “Banyumas menjadi sinarnya Tanah Jawa” dan “kiye bae lanjutna” tentu saja masing-masing menurut pemikiran dan keoptimisan setelah melalui penggodokan dan kesepakatan akhir oleh tim sukses dan calon masing-masing.

Menjadi sinarnya pulau Jawa berupaya agar Banyumas dikenal di seluruh Jawa bahkan nusantara, karena pemerintahan yang bersih, ekonomi yang mandiri, pariwisata yang menarik, kesehatan masyarakat yang terjaga, pendidikan yang maju dengan adanya  beberapa Perguruan Tinggi dan Swasta, toleransi antar umat yang tinggi, keamanan untuk berinvestasi, budaya daerah yang menjadi daya tarik dan masih banyak hal yang akan menjadi daya tarik kunjungan wisata.

Moto “kiye bae terusna” tentu saja pasangan ini ingin tetap komitmen dengan semua program yang sudah ada untuk dievaluasi, dikembangkan dan dikawal pelaksanaannya agar sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan. Dengan keadaan yang diperbaharui dan istilah kapal besar dengan nahkoda yang mendapat energy baru akan semakin cermat, kuat dan semangat mengemban amanah rakyat.

Kedua visi, misi, moto apapun bunyinya dan maknanya semua untuk tujuan mensejahterakan masyarakat Banyumas lahir dan batin karena mereka dipercaya oleh masyarakat sebagai penguasa wilayah yang menganut kepemimpinan yang berasaskan “Hasta Brata”.

Pilbup Banyumas nanti akan sukses dan lancar karena kerja sama dan dukungan, Komisi Pemilihan Umum Daerah, Bawaslu, PPK, KPPS, pasangan calon, tim sukses dan pendukung calon dan masyarakat sebagai pemilih dan pihak-pihak keamanan dari Linmas, Polsek sampai Polres dan juga TNI Angkatan darat.

Oleh karena itu proses penyelenggaraan pilbup harus dikawal dari awal sampai penetapan pemenang dan kemungkinan terjadi gesekkan harus diminimalisir sehingga situasi daerah Banyumas tetap kondusif, karena yang menang tidak menyobongan diri hura-hura dan yang kalah harus lilo lan legowo karena kemenangan ditentukan oleh masyarakat.

Ajakan kepada seluruh masyarakat Banyumas untuk menyampaikan aspirasinya melalui pilihan yang sesuai dengan hati nurani bagi yang mempunyai hak pilih pada waktu yang sudah ditentukan oleh KPUD Banyumas setelah dipertimbangkan bukan karena politik/iming-iming uang.

Pasca pilbup mari kita beraktivitas seperti semula dengan kebiasaan masing-masing untuk kepentingan keluarga, lingkungan dari yang kecil sampai yang besar, yang sudah berlalu dalam pilbup biarlah berlalu, marilah kita saling bergandeng tangan tetap menjaga persatuan dan kesatuan sehingga Banyumas yang gemah ripah loh jinawi karto tur raharjo, tukul kang sarwo tinandur lan murah kang sarwo tinuku tetap terwujud. Semoga!(*)