Kids zaman now atau anak-anak zaman sekarang,istilah ini sudah tidak lazim lagi bagi kita, istilah inijuga sering digunakan untuk menyebut generasi Z, atau generasi sesudah Millennials. Artinya anak-anak muda yang lahir setelah tahun 2000, anak-anak ini juga melek internet dan teknologi.

Kemajuan teknologi makin hari makin berkembang pesat dan tidak dapat kita bendung kemunculannya. Teknologi seperti televisi, handphone,laptop, dan media sosial bahkan permainan secara online adalah teknologi yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Murahnya harga dan mudahnya cara menggunakan teknologi tersebut membuat setiap orang dapat menggunakan serta memilikinya. Sebagai contohnya adalah handphone.Sekarang bukan hanya orang dewasa saja yang dapat menggunakannya namun anak-anak juga menggunakan benda tersebut.

Bebasnya akses internet memudahkan mereka untuk mengakases segala hal melalui handphonenya. Mulai dari mencari buku secara online, membantu menyelesaikan tugas sekolah, mendapatkan hiburanseperti game-game online.Bahkan,sekarang game-game online sangat menjamur dikalangan anak zaman nowtak jarang orang dewasa juga memainkannya. Adanya kemajuan teknologi juga menyebabkan pergeseran bidang budayayaitu budaya permainan tradisonal yang biasa dimainkan oleh anak 90’an, yang kini mulai tergantikan oleh game online.

Permainan tradisional adalah permainan yang menggunakan alat-alat sederhana seperti bambu, kayu bahkan ada permainan yang tanpa alat misalnya petak umpet. Sedangkan permainan modern biasanya menggunakan media untuk memainkannya, media tersebut dapat berupa handphone, tablet, dan lain sebagainya. Dizaman sekarang anak-anak cenderung lebih memilih memegang handphone berjam-jam untuk memainkan game online daripada bermain di halaman rumah bersama teman-temannya.

Lalu apa saja sih permainan tradisioanal? Apa permainan tersebut memiliki manfaat untuk anak? Permainan tradisional sangat beragam dan ditiap daerah biasanya memiliki permainan yang khas serta nama yang berbeda-beda. Contoh permainan tradisional antara lain :

  1. PermainanPetak Umpet, petak umpet adalah permainan yang dimainkan oleh beberapa anak, salah satu dari mereka akan menjaga pos dan mencari teman-temannya yang bersembunyi. Sebelum memulai permainan biasanya diawali dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang menjaga. Kemudian sipenjaga ini akan berhitung sampai semua temanya bersembunyi, lalu ia akan mencari merek. Untuk bergantian penjaga biasanya semua pemain akan berbaris dan sipenajaga akan menyebutkan nomor urutan.
  2. Permainan Gundu atau Kelereng,menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia gundu adalah bola kecil dibuat dari tanah yang dibakar, marmer, atau kaca yang dimainkan oleh anak-anak. Sebelum bermain biasanya para pemain membuat lingkaran yang kemudian diisi dengan kelereng dari masing-masing pemain dengan jumlah sesuai kesepakatan. Cara bermain kelereng sangatlah mudah hanya dengan menyentil kelereng menuju ke lingkaran yang terdapat kelereng, agar kelereng dalam lingkaran keluar dan menajdi milik pemain. Apabila kelereng yang di dalam lingkaran telah habis maka pemain akan menyerang ke kelereng lawan.
  3. Permainan Egrang, egrang merupakan permainan dengan dua tongkat yang panjang, terbuat dari bambu dan pada bagian tengah diberikan pembatas untuk pijakan kaki. Permainan ini tidak mudah untuk dimainkan karena pada saat bermain egrang kita harus menaklukan keseimbangan tubuh kita agar egrang dapat berdiri tegak.
  4. Permainan Lompat Tali, lompat tali adalah permainan yang dibuat dari karet atau tali tambang. Apabila dari karet kita harus menyusunnya terlebih dahulu satu persatu karet tersebut. Permainan biasanya dimainkan oleh lebih dari dua orang yaitu yang terdiri dari dua pemegang karet sebelah kanan dan kiri serta pemain lain yang menjadi pelompat. Namun bisa juga hanya satu yang memegang karet, jadi salah satu ujung karet diikat pada tiang ataupun pohon.
  5. Permainan Engklek, yaitu sebuah permainan yang cara bermainnya dengan menggambar kotak-kotak di halaman. Ada delapan kotak dan pada bagian ujung dua kotak terakhir terdapat setengah lingkaran. Delapan kotak tersebut terdiri dari tiga horizontal, kemudian disambut dua kotak vertikal selanjutnya satu kotak horizontal dan terakhir dua kotak vertikal ditulis menggunakan kapur tulis. Biasanya dimainkan oleh dua orang atau lebih, cara bermainnya bergiliran dan saat bermain pemain melompat melewati kotak dengan satu kaki.

Permainan tradisional tentu saja memiliki manfaat. Biasanya permainan tradisional dilakukan dengan berkelompok hal ini dapat melatih anak untuk melakukan kerja sama dengan orang lain serta mereka akan berinteraksi dengan lingkungannya secara langsung. Tentu saja hal ini tidak terjadi apabila sianak bermain permainan online, mereka akan cenderung menjadi pribadi yang individual dan kurang berinteraksi dengan lingkungannya.

Selain itu dengan permainan tradisional juga dapat menjadikan anak aktif karena mereka akan bergerak kesana kemari. Dengan banyak melakukan gerakan anak akan lebih sehat. Namun, apabila bermain permainan online mereka dituntut untuk mampu mengasah otak dibandingkan gerak motorik. Apabila sianak terlalu lama menantap handphone atau laptop itu juga berbahaya untuk kesehatan mata karena dari benda tersebut dapat memancarkan sinar radiasi.

Permainan tradisional juga menjadikan anak lebih kreatif dan inovatif serta medianya sangat mudah. Anak-anak dizaman dahulu dapat memanfaatkan barang-barang bekas dan benda yang ada disekitar mereka untuk dibuat menjadi suatu mainan. Contonya adalah pemanfaatan pelepah pisang yang dijadikan sebagai pedang-pedangan dan juga biji buah asam yang digunakan untuk bermain congklak. Sedangkan untuk memainkan permainan online tentu saja membutuhkan media dan tentu harganya mahal.

Dari manfaat tersebut sebenarnya masih ada banyak sekali manfaat dari permainan dizaman dahulu, namun tidak ada salahnya juga jika anak bermain permainan dizaman now ini. Akan tetapi peran orang tua juga sangat diperlukan. Orang tua harus mengawasi anaknya dan memberi waktu kapan anak boleh bermain handphone, waktubelajardan kapan anak melakukan aktifitas lainnya. Hal ini diperlukan agar anak dapat berinteraksi dengan lingkungan dan waktunya dapat digunakan untuk melakukan hal posiif lainnya.

Permainan tradisional merupakan salah satu kearifan lokal dari masing-masing daerah dalam bidang budaya. Sebagai generasi muda kita harus mempertahankan serta memperkenalkan pada generasi selanjutnya, hal ini dapat memfilter masuknya permainan modern. Biasanya tiap tahun pemerintah mengadakan pesta rakyat atau festival rakyat, didalamnya bisa disisipkan pengenalan permainan tradisional guna memperkenalkan ragam dari permainan tradisional, selain itu bisa juga berupa ajang perlombaan permainan tradisional sehingga dengan adanya hal tersebut diharapkan generasi sekarang mengetahui serta ikut melestarikan permainan tradisional.(*)