Timnas Indonesia

Kholil Rokhman Wakil Pemimpin Redaksi SatelitPost

Tahun ini bisa jadi adalah tahun terpadat dalam sejarah sepak bola Timnas Indonesia di berbagai jenjang. Beberapa ajang berurutan diikuti oleh Timnas Indonesia di berbagai umur, jaraknya pun mepet-mepet. Sehingga, gairah untuk mendukung Timnas Indonesia seperti tak berhenti.

Awalnya adalah Piala AFF U-19 yang diadakan pada Juli lalu. Kala itu, Indonesia yang jadi tuan rumah, hanya bisa sampai semifinal. Indonesia kalah melalui adu penalti dari Malaysia. Indonesia kemudian menjadi juara tiga setelah di perebutan juara tiga mengalahkan Thailand.

Beberapa hari setelahnya, Indonesia kembali menjadi tuan rumah, yakni Piala AFF U-16. Untuk yang satu ini, kita patut berbangga karena Indonesia mampu menjadi juara setelah di final mengalahkan Thailand melalui adu penalti. Keberhasilan menjadi juara adalah di AFF U-16 tahun ini adalah yang pertama kalinya.

Selisih satu hari setelah final Piala AFF U-16, Timnas Indonesia U-23 plus, langsung bermain di Asian Games 2018. Indonesia juga menjadi tuan rumah. Target Indonesia adalah masuk empat besar. Bermain bagus di babak grup, kecuali saat kalah dari Palestina, Indonesia kemudian tetap bermain bagus saat di babak 16 besar.

Sayangnya, Indonesia kalah adu penalti dari Uni Emirat Arab. Siapapun yang melihat pertandingan itu, akan menilai bahwa kualitas permainan Indonesia tak jauh beda dari Uni Emirat Arab. Hanya ketidakberuntungan saja yang membuat Indonesia kandas di babak 16 besar.

Beberapa hari setelahnya, Indonesia U-16 bermain di ajang Piala Asia U-16 yang digelar di Malaysia. Anak asuh Fakhri Husaini itu mampu memberi kejutan di laga perdana karena mampu mengalahkan Iran 2-0. Kemenangan itu membuat Indonesia mudah untuk lolos ke babak perempatfinal.

Jika lolos dari perempatfinal dan masuk ke semifinal, maka Indonesia akan bermain di Piala Dunia U-17 tahun depan. Namun, sayangnya, Indonesia kalah 2-3 dari Australia di babak perempatfinal. Banyak yang menonton pertandingan itu menilai bahwa kualitas Indonesia tak beda jauh dengan Australia. Tapi, tetap saja Indonesia tak beruntung.

Beberapa hari berselang, Timnas U-19 bermain di Piala Asia U-19 yang diselenggarakan di Indonesia. Masyarakat Indonesia layak berbangga dan berpuas diri saat Indonesia kalah 5-6 dari Qatar. Kekalahan itu memuaskan karena Indonesia sempat tertinggal 1-6. Masyarakat juga puas ketika Indonesia mengalahkan Uni Emirat Arab 1-0 dan lolos ke perempatfinal.

Jika lolos dari perempatfinal, maka Indonesia masuk empat besar dan lolos ke Piala Dunia U-19 tahun depan. Namun, di perempatfinal, Indonesia kalah 0-2 dari Jepang. Sekalipun kalah, banyak yang menilai bahwa kelas permainan Indonesia tak jauh beda dengan Jepang. Sekalipun tetap saja kalah dan gagal lolos ke Piala Dunia U-19 tahun depan.

Pekan depan, Indonesia akan kembali bermain di ajang senior, di Piala AFF 2018. Indonesia berada di grup B bersama Singapura, Thailand, Filipina, dan Timor Leste. Laga pertama Indonesia dilaksanakan pada 9 November 2018 melawan Singapura. Selama ini Indonesia hanya bisa menjadi hampir juara sebanyak lima kali yakni tahun 2000, 2002, 2004, 2010, 2016. Di lima ajang itu Indonesia kalah di final.

Di tangan pelatih baru Bima Sakti, apakah predikat hampir itu pecah telur menjadi juara? Kita tunggu saja, sembari terus berharap PSSI tak hampir bangkrut karena utang melilit pada La Nyalla dan terkait hak siar ajang tsunami cup tahun lalu. (kholil@satelitpost.com)