Zero sum game dapat diartikan sederhana dalam sebuah pertarungan baik bisnis,  olahraga maupun politik bahwa ketika ada dua pihak yang bertarung maka pemenangnya diraih salah satu pihak dan kemenangan tersebut adalah kekalahan dari pihak yang lain. Dalam bahasa Matematika, angka kemenangan bagi pemenang sama dengan angka kekalahan bagi yang kalah (zero-sum) tidak ada istilah draw (sama kuat), inilah yang bakal terjadi di perhelatan Pilbup Banyumas.

Oleh : Drs SUWARYO MSi

Pemerhati Sosial

Cerita perwayangan dalam lakon perang Baratayudha, terutama pada episode Karno Tandhing, Arjuna dan Karna yang berasal dari satu ibu (Kunthi),  mereka harus berhadapan dalam perang sebagai senopati (Pandawa dan Astina) dan keduanya sepakat bahwa Pandawa itu jumlahnya lima, maka dalam perang tersebut pasti ada yang kalah (tewas). Kalau Arjuna dari Pandawa yang tewas artinya Karna dari Astina yang menang melengkapi Pandawa, sebaliknya kalau Karna yang kalah dan tewas, Pandawa tetap berjumlah lima.

Pilbup Banyumas yang diselenggarakan di akhir bulan Juni nanti diikuti dua pasang calon bupati dan wakil bupati, kedua pasangan ini tentu sudah siap kemungkinan menang dan kalah, dipastikan kedua pasangan ini semua optimis untuk menang dan harus disadari sesadar-sadarnya bahwa pemenang (bupati dan wakil bupati) hanya satu pasang. Penyelenggaran pilbup yang sudah tertata dengan sistem yang jitu baik manual maupun komputerisasi, sehingga kecurangan dan kesalahan bisa diminimalisasi, sehingga hasil akhir dari penentuan pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banyumas nantinya valid dan akurat.

KPUD Banyumas menggelar deklarasi kampanye pada hari Sabtu, 17 Februari 2018 di Andhang Pangrenan dengan tema “Pilkada Banyumas Aman, Damai, Tentram dan Seduluran”, tema yang sangat mendasar kata “seduluran” walaupun sedulur juga ada kalanya congkrah itu sebagian kecil, umumnya sedulur akur. Kampanye merupakan tahapan yang paling ramai dan juga penting, untuk meyakinkan para calon pemilih untuk mencoblos dirinya yang melakukan kampanye. Disebut ramai karena kempanye sering mengumpulkan masa di tempat terbuka, penting untuk menyampaikan program-program kerja kepada calon pemiih nantinya kalau terpiih.

Pelaksanaan kampanye harus dihindari hal-hal yang berbau SARA, kampanye hitam, kampanye negatif, politik uang dan janji-janji yang tidak rasional mengingat pemilih sekarang sudah cerdas dalam menentukan pilihannya. Panwaslu kabupaten dan Panwaslu kecamatan untuk pemilihyan bupati dan Bawaslu untuk tingkat provinsi mempunyai tugas dan wewenang mengawasi tahapan mulai dari; pemutahiran data pemilih sesuai dengan data kependudukan, pencalonan, proses penetapan calon, kampanye, pendistribusian logistik, pelaksanaan dan mengendalikan seluruh proses, pergerakkan surat suara dari TPS ke PPK, rekapitulasi oleh KPU, proses penghitungan ulang dan penetapan hasil pemilu.  Semua diawasi dan dikendalikan supaya tahapan pilkada, menerima laporan penyelenggaraan, pelanggaran, menyelesaikan sengketa yang timbul dan diteruskan instansi terkait bila tidak bisa diselesaikan.

Peserta Pilbup Banyumas yang hanya diikuti oleh dua pasang, maka proses perhitungan perolehan suara akan bersaing ketat dan pada akhir proses memungkinkan terjadi perolehan suara yang berbeda dalam jumlah sedikit. Jikalau yang kalah sedikit tentu tidak akan merasa puas dan bisa menduga ada hal-hal yang merugikan pihaknya, inilah awal dari sengketa hasil pilbup yang potensi akan terjadi. Jikalau hasil dari dua pasangan berbeda jauh maka ini faktanya  yang kalah harus menerima dengan legawa dan yang menang tidak lupa daratan.

Harapan semua pihak yang berkepentingan dan berkewajiban proses pilbup akan berakhir dengan “manis dan cantik” terutama bagi masyarakat Banyumas tetap aman, tentram, damai dan tetep seduluran. Kembali melakukan aktivitas masing-masing dengan pertanggungjawaban sendiri-sendiri, tidak ada peristiwa yang merugikan bagi masyarakat Banyumas pasca pilbup. Peran serta masyarakat Banyumas diharapkan sesuai dengan jingle Komisi Pemilihan Umum “Wong Banyumas Mesti Nyoblos”, untuk datang ke masing-masing Tempat Pemilihan Suara (TPS) di mana namanya terdaftar. Bagi pasangan peserta dan tim suksesnya harus mengakui proses yang terjadi dengan bijak. Sukses.(*)