Oleh: dr Ali Mahsun MBiomed

Presiden Rakyat Kecil/Kawulo Alit Indonesia
Ketua Umum DPP APKLI 2017-2022

Secara konstitusional, tepat pukul 10.00 WIB tanggal 20 Oktober 2019, jabatan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wapres RI masa bakti 2014-2019 berakhir, dan harus ada yang mengganti karena tidak boleh ada kekosongan walau hanya satu detik pun. Siapa pun penggantinya, apakah Joko Widodo–Ma’ruf Amin atau Prabowo Subiyanto–Sandiaga S. Uno adalah kader terbaik bangsa Indonesia yang menjadi pilihan rakyat atas kehendak dan takdir Allah Swt, Tuhan YME.

 

Berlandaskan konstitusi RI, Pilpres RI 2019 merupakan agenda suksesi kepemimpinan nasional yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Momentum tersebut harus dijadikan bagian dari perjalanan panjang membangun bangsa dan negara kita, bagian dari upaya mewujudkan cita-cita nasional sebagaimana amanah Pembukaan UUD 1945. Untuk itu, semua pihak diharapkan mampu menciptakan situasi dan kondisi yang aman (adem), tenang (ayem) dan damai (tentrem), serta mampu mencegah timbulnya kegaduhan politik apa pun bentuknya pada Pilpres RI yang diselenggarakan bersamaan dengan Pileg RI tanggal 17 April 2019 mendatang. Siapa pun yang terpilih, yang menang harus seluruh rakyat dan bangsa kita, bukan kelompok, golongan dan kepentingan tertentu belaka. Terpilih atau tidak terpilih harus legowo dan ikhlas untuk membangun Indonesia secara utuh dan menyeluruh.

 

Bangsa Indonesia adalah bangsa besar di dunia, bukan bangsa kerdil atau pun burung emprit. Indonesia ini kaya raya dan terbangun di atas beragam varian budaya, adat istiadat, suku, ras, agama dan bahasa yang menjadi satu kesatuan utuh yang kuat dan kokoh di atas kebenaran yang tidak pernah mendua (Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa – Kitab Sota Soma Karya Empu Tantular Majapahit red.). Di negeri ini, perbedaan itu rahmat dan memiliki kekuatan yang sangat dahsyat yang hanya dimiliki Indonesia di dunia. Oleh karena itu, perbedaan apa pun, tidak terkecuali perbedaan dalam Pilpres RI 2019 tidak boleh memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa kita. Maka semua pihak seyogianya menyuguhkan ide dan gagasan besar, genuin dan solutif pada Pilpres RI 2019 untuk menghadapi berbagai masalah dan tantangan Indonesia yang semakin besar dan kompleks di era cyber dan revolusi industri 4.0.

Mari bersama-sama menciptakan situasi dan kondisi yang adem (aman), ayem (tenang) dan tentrem (damai) pada Pilpres RI 2019 sehingga rakyat tidak terganggu mengail rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan menyekolahkan putra putri mereka. Sikap legowo, arif dan bijaksana untuk tidak membawa isu SARA, untuk tidak menimbulkan kegaduhan politik, dan untuk tidak menghalalkan segala cara harus menjadi sikap bersama dalam Pilpres RI 2019. Karena kegaduhan politik Pilpres RI 2019 yang tidak terkendali dapat membahayakan eksistensi NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

 

Rakyat dan bangsa ini rindu akan rasa aman, tenang, damai dan hidup sejahtera secara berkeadilan. Lebih-lebih di tengah ekonomi yang belum beranjak bangkit saat ini. Pelaku ekonomi rakyat kecil/kawulo alit Indonesia, pedagang, nelayan, petani, buruh, ojek, supir, becak, pengrajin, home industry, seniman, pemulung dan pelaku ekonomi rakyat lainnya tidak boleh terganggu dengan adanya Pilpres RI 2019. Mereka harus tetap berjualan, harus tetap bertani, harus tetap mencari ikan, harus tetap bekerja mengail rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup. Demikian pula, generasi penerus bangsa kita, khususnya pelajar, mahasiswa dan pemuda Indonesia harus tetap belajar dan menyiapkan diri sebagai generasi bangsa yang jauh lebih handal dan unggul. Menyukseskan Pilpres RI 2019 bukan saja tanggung jawab pemerintah (KPU) RI, melainkan menjadi tanggung jawab segenap pemangku kepentingan di republik ini. Tidak terkecuali tanggung jawab rakyat kecil/kawulo alit Indonesia.

 

Untuk itu, insya-Allah dalam waktu dekat segera dideklarasikan di 34 provinsi se-Indonesia dan segera hadir Gerakan Rakyat Kecil/Kawulo Alit Indonesia Sukseskan Pilpres RI 2019 di seluruh Indonesia, di seluruh kawasan ekonomi strategis dan sentra ekonomi rakyat di tanah air. “Sukseskan Pilpres RI 2019, Gaduh Politik NO!!!, Aman Damai YES!!!”. Gerakan ini independen dan akan merangkul segenap elemen kekuatan bangsa Indonesia dengan satu maksud dan tujuan, yaitu untuk dan demi merah putih dan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.(*)