Dedy Afrengki Redaktur SatelitPost

Sebagai pengguna aktif Instagram, saya termasuk yang sering melihat aktivitas banyak teman. Baik itu melalui postingan atau dari stories-nya.

Tidak hanya teman saja, adanya fitur explore membuat setiap pengguna bisa melihat aktivitas orang lain yang tidak di-following maupun followers-nya.

Sejak beberapa hari lalu, sempat terjadi kegaduhan di Instagram yang akhirnya menarik perhatian saya.

Ada seorang anak baru gede (ABG) yang ternyata sedang viral. Karena penasaran saya ikut-ikutan mencari info anak ini, hingga ke laman Instagram pribadinya.

Mungkin Anda yang generasi 80-an ke atas, tidak banyak tahu apa itu Tik Tok. Nah, aplikasi platform social video pendek yang didukung dengan penggalan musik ini, ada hubungannya dengan si ABG itu.

Singkat cerita, si ABG ini adalah selebriti di kalangan pengguna aplikasi yang sedang hits dikalangan remaja Indonesia, Tik Tok.

Popularitasnya kian meluas, karena Instagram menjadi perantara untuk upload video-video yang akhirnya beberapa di antaranya menjadi viral.

Kalau boleh jujur, aplikasi ini sebetulnya unfaedah. Karena isinya, kebanyakan menghadirkan video singkat orang-orang yang lipsing sambil joget enggak jelas.

Tapi begitulah fenomena yang sekarang ini terjadi, aplikasi ini sedang sangat digandrungi. Mulai dari yang biasa-biasa saja, hingga yang penuh ekspresif dan totalitas pun banyak.

Kembali ke selebriti Tik Tok tadi, ABG berusia 13 tahunan ini membuat gempar karena dia kabur dan meninggalkan peserta yang datang ke acara meet and greet untuk penggemarnya. Padahal, mereka yang datang dikenakan tarif Rp 80 ribu untuk sekedar bisa berfoto bareng.

Dalam sekejap, banyak portal berita atau akun-akun di Instagram yang membahas kejadian ini. Tidak hanya sanjungan, tapi dengan kekuatan jempolnya para netizen juga begitu cepat menghujaninya dengan hujatan dan makian.

Kebanyakan dari mereka, tidak menerima kenapa ABG belasan tahun itu bisa viral dan diidolakan banyak remaja.

Saya termasuk yang risih dengan acara meet and greet berbayar itu. Saya juga netizen yang sama sekali tidak mendukung kepopuleran si selebriti Tik Tok ini. Tapi, bukan berarti bisa dengan bebasnya menghujat dengan kata-kata yang tidak pantas dan di luar batas kewajaran.

Siapa yang pantas disalahkan atas fenomena dan kegaduhan ini, harusnya dilihat secara objektif. Menyalahkan si selebriti Tik Tok saja, tidak sepenuhnya salah tapi juga tidak sepenuhnya benar.

Masih banyak cara lain untuk mengingatkan seseorang, supaya menjadi lebih baik. Terlebih, usia anak ini masih sangat belia dan rentan psikologisnya.

Idealnya masukkan atau saran supaya menemukan potensi dan mengasah keahliannya, lebih pantas diterima para selebriti Tik Tok ABG seperti ini. Sehingga mereka bisa punya nilai lebih, dari pada hanya lipsing di video singkat demi popularitas instan yang akhirnya membuat mereka mengidap star syndrome. ([email protected])