Penderes gula kelapa sampai kini masih saja ada yang menemui ajal ketika sedang memetik nira akibat jatuh dari pohon kelapa. Sebuah risiko pekerjaan yang semestinya dapat diantisipasi dengan menggunakan alat yang aman saat naik pohon kelapa. Mengingat tinggi pohon kelapa yang mencapai 20 meter tentu sangat membahayakan untuk dipanjat. Apalagi para penderes rata-rata tak memakai alat pengaman sama sekali.

Hanya dengan mengenakan celana pendek dan baju atau bahkan tanpa baju, mereka bolak-balik memanjat pohon kelapa untuk menaruh pongkor sebagai tempat menampung nira lalu menurunkan pongkor yang telah terisi nira.

Kabupaten Banyumas yang terkenal sebagai daerah penghasil gula kelapa terbesar sudah semestinya Pemkab Banyumas memerhatikan safety para penderes ini. Termasuk para pengusaha gula kelapa juga seharusnya ikut memerhatikanĀ  standar keamanan penderes. Jangan biarkan mereka sendiri berjuang hidup-mati demi mendapatkan setetes nira. Karena jasa merekalah, daerah Banyumas dikenal luas penghasil gula kelapa.

Beberapa waktu lalu Pemkab Banyumas telah menyalurkan bantuan berupa bibit kelapa genjah entog, manfaatnya tak lain agar penderes lebih aman ketika memetik nira, karena pohon kelapa genjah entog tak terlalu tinggi. Selain itu dikeluarkannya kartu asuransi bagi penderes, mulai dari yang luka- luka hingga meninggal dunia bisa mendapatkan biaya asuransi.

Namun yang jauh lebih penting dari itu yakni alat yang bisa menjamin keamanan penderes. Alat yang bisa meminimalisir mereka terjatuh dari pohon kelapa inilah yang kini sangat diperlukan. Beberapa orang telah menciptakan alat memanjat pohon kelapa yang aman tanpa risiko jatuh.

Sudah semestinya para penderes memperoleh bantuan alat semacam itu. Sebab angka kecelakaan penderes, seperti di Kabupaten Banyumas cukup tinggi. Ketika mendengar ada penderes meninggal akibat jatuh dari pohon kelapa rasanya sangat menyedihkan. Terlebih tergolong keluarga tidak mampu, beban hidup keluarganya makin berat. Oleh sebab itu, kepedulian pada nasib penderes ini serius dilakukan oleh pemerintah, tak hanya Pemkab Banyumas tetapi juga pemkab yang lain, terutama soal pemberian bantuan alat keselamatan kerja mereka, agar tidak ada lagi kabar penderes meninggal jatuh dari pohon kelapa. (ekadila@satelitpost.com)