EKADILA Asisten Redaktur SatelitPost
EKADILA
Asisten Redaktur
SatelitPost

Masa liburan sekolah telah usai. Anak-anak kembali masuk sekolah. Pada hari pertama masuk sekolah di SMP sederajat dan SMA sederajat, biasanya akan diadakan Masa Orientasi Siswa (MOS).  Tujuannya untuk pengenalan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru.

Namun entah kenapa MOS akhirnya  identik dengan perpeloncoan. Pengenalan lingkungan sekolah berubah menjadi ajang penyiksaan dengan memberikan tugas-tugas yang aneh-aneh oleh panitia MOS. Seharusnya MOS suatu hal yang menyenangkan, kadang berubah menyeramkan bagi peserta didik baru.

Panitia MOS notabene kakak kelas menunjukkan wajah galak tatkala tugas yang diberikan tidak dikerjakan peserta MOS. Mereka menghukumnya secara fisik. Sejarah mencatat, MOS banyak menimbulkan korban jiwa karena diduga perlakuan kekerasan fisik diluar batas kemampuan siswa baru. Mungkin mereka sedang sakit atau kondisi fisiknya lemah tak pandang bulu, harus mengikuti MOS.

Ini menjadi catatan penting oleh pemerintah, MOS model perpeloncoan samasekali tidak mendidik. Untuk mencegah perploncoan, Mendikbud yang kala itu dijabat Anies Baswedan mengeluarkan aturan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru, tertanggal 6 Mei 2016. Namun, kenyataannya masih saja tetap ada kegiatan perpeloncoan, meskipun sudah tidak seperti dahulu.

Maka, sebaiknya panitia MOS jangan sepenuhnya oleh anak-anak OSIS, tetapi dari unsur guru juga diikutsertakan. Sehingga tidak seenak sendiri menyusun kegiatan MOS. Mirisnya lagi, tradisi perpeloncoan seolah ajang balas dendam. Yang sebelumnya jadi peserta didik baru begitu jadi panitia MOS, memberikan balas dendam ke adik kelasnya yang baru. Begitu seterusnya.

Kabar kelam MOS itu pun masih terdengar kini. Belum lama ini, mencuat seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan Taruna Palembang, Sumatera Selatan, meninggal dunia saat mengikuti MOS, Sabtu (13/7). Delwyn Berli Julindro (14) diketahui meninggal dunia di RS Myria, Palembang, sekitar pukul 04.00 WIB. Almarhum dibawa ke rumah sakit setelah sempat pingsan.

Ia diduga kelelahan setelah mengikuti long march ke Talang Jambe sekitar pukul 01.00 WIB bersama siswa lainnya. Atas kejadian ini, orang tua korban, Berce (14), melapor ke Polresta Palembang. (ekadila@satelitpost.com)