Yuspita Anjar Palupi Redaktur SatelitPost
Yuspita Anjar Palupi Redaktur SatelitPost

MULAI kemarin, sebagian besar warga kembali menjalankan aktifitas sehari-harinya. Beberapa mungkin ada yang masih belum terlalu semangat, karena kelelahan usai melakukan perjalanan panjang  pulang dari kampung halaman. Sehingga butuh banyak moodbooster untuk memompa semangat Senin kemarin.

Namun hal itu tak berlaku bagi jajaran aparatur sipil negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemkab Cilacap. Pada apel perdana pasca Libur Lebaran, angka kehadiran ASN mencapai 97 persen. Hampir 100 persen. Bagaimana tidak? Karena Bupati Cilacap ternyata telah menyiapkan sanksi yang boleh dikata nyeleneh bagi ASN yang mangkir pasca libur Lebaran kemarin.

Yakni tambahan cuti satu bulan penuh untuk mereka yang tak masuk di tanggal 10 Juni. Dan ini berlaku kelipatan hingga tiga bulan. Baru setelah itu, pemkab melalui  Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) akan mempersilakan ASN bersangkutan mengundurkan diri dari status PNS.

Tak hanya di Cilacap, momen hari pertama masuk kerja di sejumlah daerah juga lebih banyak diisi kegiatan yang bernuansa Lebaran. Seperti di Kabupaten Purbalingga. Selain menggelar apel bersama, di waktu yang sama juga dilakukan acara silahturahmi dan halalbihalal.

Mudik Lebaran memang telah menjadi tradisi di tengah masyarakat tanah air. Tak hanya orang muslim, bahkan mereka yang tak merayakan Lebaran pun menikmati hiruk pikuknya mudik Lebaran.

Beruntung, sejumlah persiapan telah dilakukan pemerintah untuk menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2019. Satu di antaranya kebijakan lalu lintas berupa one way dan contra flow. Dan persiapan infrastruktur berupa jalan tol. Sebanyak lima ruas jalan tol sebagai jalur fungsional baru dibuka untuk mendukung arus lalin selama libur Lebaran.

Pemerintah juga mengoptimalkan seluruh infrastruktur jalan tol yang telah beroperasi untuk arus mudik tahun ini, seperti Tol Trans Jawa mulai dari Merak hingga Probolinggo yang telah tersambung sepanjang 964 Km.

Tak salah jika Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, angka kecelakaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2019 mengalami penurunan hingga 64 persen. Tercatat pada tahun 2018 ada sebanyak 1.410 kasus kecelakaan, maka di tahun ini turun menjadi 509 kasus.

Penurunan angka kasus kecelakaan ini tentu saja berdampak pada jumlah korban. Baik itu yang meninggal dunia atau yang mengalami luka-luka. Tahun 2018, korban meninggal dunia akibat kecelakaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran mencapai 318 orang. Tahun ini menurun jadi 120 orang. Korban luka berat tahun 2018 mencapai 364 orang, tahun 2019 sebanyak 95 orang. Tahun 2018 korban luka ringan tercatat 1.905 orang. Tahun 2019 sebanyak 615 orang.

Dengan capaian tersebut, tak menutup mata jika volume penggunaan tol pada periode arus balik Lebaran tahun ini adalah tertinggi dalam sejarah Indonesia. Itu menjadi indikasi, jika jumlah kepemilikan kendaraan pribadi mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Namun tak berbanding lurus dengan ketersediaan infrastruktur jalan yang ada. Sehingga sampai detik ini, persoalan kemacetan lalu lintas masih menjadi PR bersama. (yuspita@satelitpost.com)